Diganti YHS, Jemaat Bethany Terusir


MALANG POST - Langkah Pendeta Yusak Hadisiswantoro 'akuisisi paksa' aset dan bangunan Gereja Bethany Malang, bukan tanpa perhitungan. Sebab, penggelapan aset itu rupanya juga bertujuan untuk menghilangkan brand image Bethany Malang dan diganti menjadi Gereja Yesus Hidup Sejati (YHS) Malang. "Bethany sudah tidak ada lagi di sana karena  semua atribut Bethany sudah dicopot dan diganti nama baru YHS," kata Reno Halsamer, Humas Majelis Pekerja Sinode (MPS) di kantornya kawasan Nginden Intan Surabaya, kemarin sore.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedamaian di Gereja Bethany (Bethany) Jalan Tenaga Baru Malang, dilanda prahara. Yusak Hadisiswantoro SE, salah satu pendeta Bethany telah ditetapkan Polda Jatim sebagai tersangka dalam kasus penggelapan aset berupa sebidang tanah dan bangunan Bethany. 

Menurut dia, seluruh jemaat Bethany Malang sudah tidak lagi melakukan ibadah di Bethany Malang, yang beralamat di Jalan Tenaga Baru IV Malang. Sebaliknya kegiatan ibadah sekarang dipindahkan ke salah satu hotel berbintang di Kota Malang. "Jemaat Bethany tidak mau terlalu dalam terlibat konflik. Bagi mereka, yang penting bagaimana menemukan jalan Tuhan. Mereka tidak mau berontak atau melawan meski gerejanya diganti nama. Itu prinsip mereka," terang Reno. 

Sikap arif yang ditunjukkan jemaat Bethany, yang jumlahnya dikisaran 3.000 orang, membuat MPS mengelus dada. Seandainya mereka berontak atau melawan pendeta Yusak, sebenarnya juga tidak salah. Karena, lanjut dia, seluruh aset tanah dan bangunan Bethany Malang yang sekarang diganti YHS Malang dibeli dari urunan para jemaat. Artinya, Bethany Malang berdiri bukan karena perbuatan perorangan melainkan karena keberadaan para jemaat.

"Jemaat sebenarnya juga wadhul (mengeluh) ke kami. Kenapa mereka harus terusir dari rumah dan gereja mereka sendiri. Mereka merasa ikut mendanai keberadaan gereja, tetapi mereka terusir dari gereja Bethany," urai pria ini. Dikatakan Reno, MPS tidak tahu persis kapan nama dan status Bethany diubah menjadi YHS Church Malang. Tetapi, sejak perubahan itu jemaat setiap minggu harus urunan (mengumpulkan uang) untuk membayar tempat ibadah di salah satu ruangan di hotel berbintang. Baca selengkapnya … 

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Mestinya para jemaat bersatu untuk meremukkan kepala si Yusak Pendeta Setan!!