Tuhan yang Benar Itu Hanya yang Datang dari Arab Saudi


Tuhan, adalah sebutan umum untuk Sang Pencipta, Penguasa, Pengatur dan Pemelihara Alam Semesta. Tuhan memiliki Nama yang Tidak Terbatas.

Monoteisme Sejati memahami bahwa Tuhan adalah Esa, Satu Pribadi Tunggal, Sendirian, Tiada Sekutu, Tak Ada Yang Setara dengan-Nya.

Adapun Monoteisme Palsu beranggapan adanya banyak pribadi terpisah yang masing-masing pribadi itu dianggap sebagai Tuhan, yang berkelompok membentuk sebuah grup, "grup Tuhan", suatu "persatuan Tuhan" misalnya dengan nama Trinitas/ Tritunggal, Tetratunggal, Pancatunggal dst., yang tiada lain sebagai Polyteisme. Selanjutnya akibat sudah terdoktrin, sudah terbiasa dengan "pluralitas Tuhan" semacam itu, maka para penganut Monoteisme Palsu itu seringkali mengklaim, mewartakan bahwa Tuhannya bukan pribadi yang sama dengan Tuhan dalam agama Islam.

Monoteisme Sejati karena sangat paham bahwa Tuhan itu benar-benar Satu, benar-benar Satu Pribadi Tunggal, Sendirian Tiada Sekutu, One World One God! dan Tuhan mempunyai Nama yang Tidak Terbatas, maka lebih bisa menahan diri. Bisa menerima dengan baik bahwa El/ Il, Eloah, Elohim, YHWH, Tuhan Bapa adalah pribadi yang sama dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Karena Tuhan Monoteisme Sejati itu benar-benar Satuuntuk seluruh manusia, maka dapat dengan mudah dan percaya diri menyampaikan kalamullah, firman Allah:

"Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu.." (An-Nisaa 4: 1). 

"Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu, dan hanya kepada-Nya kami berserah diri." (QS. Al-'Ankabuut/ 29: 46). 

"Sesungguhnya Allah itu adalah Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus!" (QS. Ali Imran/ 3: 51).

Dan harus diingat bahwa:
Tuhan yang Benar Itu Hanya yang Datang dari Arab Saudi!

Nabi Musa: Tuhanku dari Arab Saudi (lihat Ulangan 33:2)

Bukan yang dari Palestina apalagi Israel, maupun Irak, Iran, India, Indonesia dsb. 

Hal ini bukan klaim dari orang Arab loh!

Tapi justru pernyataan dari seorang Nabi terbesar dari bani Israel, atas Nama Tuhan yang paling banyak disebutkan dalam Alkitab, sesuai apa yang ditulis dalam kitab Ulangan (33:2)

Berkatalah ia (Musa): "YHWH datang dari Sinai ...!"

Pernyataan Nabi Musa 'Alaihissalam tersebut tentu didasarkan interaksinya dengan Tuhan di Horeb (Thuwa), gunung Sinai (Thursina), seperti diceritakan dalam Alkitab, yaitu Keluaran pasal 3 dan 19; dan telah dikonfirmasi kebenaran adanya peristiwa tersebut dalam Kitab Suci Al-Qur'an, (Surat Al-Qashash/ 28: 29-35; Thaha/ 20: 9-14; An-Naziat/ 79: 16), dan Al-Araf/ 7: 142-154; Maryam/ 19: 51-53; Al-Mukminun/ 23: 30 dll).

Oleh karena itu, meskipun banyak sekali kontroversi terkait tetragrammaton/ empat huruf mati/ konsonan YHWH, tapi sepanjang ditujukan kepada "Dia" yang berbicara kepada Nabi Musa di Horeb/ Thuwa bahwa "Aku Adalah Aku", maka Pribadi dibalik empat huruf YHWH adalah Tuhan yang Benar, adalah al-ilah, adalah Allah.

Horeb (Thuwa), Jabal El-Lawz atau Gunung Sinai (Thursina) = Sinai sebagai tempat dimana YHWH datang/ 'berasal'/ 'beralamat', itu semua berada di Midian (Madyan), Arab Saudi.

Di Arab Saudi ini pula Musa (usia 40 tahun, Kisah: 7:23), bisa terhindar dari Fir'aun, mendapat rasa aman, bisa bekerja, berkeluarga hingga memperoleh dua anak, Gersom dan Eliezer dari istri orang Arab, Zipora (Keluaran 18), sekaligus mempersiapkan diri menjadi seorang Nabi dengan bimbingan orang Arab, ayah mertuanya.

Ayah mertua Nabi Musa adalah pemimpin kaum sesudah masa Nabi Syu'aib (lihat: QS. An-Naml/ 7: 103). Adapun kaum Nabi Syu'aib 'Alaihissalam, yaitu penduduk Aikah di Madyan (QS. Al-Hijr/ 15: 78), itu sendiri telah dimusnahkan dengan gempa dahsyat (QS. Al-Ankabut/ 29: 37).

Setelah Musa diangkat menjadi seorang Nabi dan Rasulullah (menjelang keberangkatannya ke Mesir, di Horeb/ Thuwa; usia 80 tahun berdasar hitungan Bibel, Keluaran 7:7), dan saat kembali dari Mesir bersama bani Israel, beliau pun hidup selama 40 tahun di Arab Saudi dan kali ini plus di Yordania, (sampai meninggal di Yordania pada usia 120 tahun; Ulangan 34:5-7).

Dan orang Arab ayah mertua Nabi Musa 'Alaihissalam juga menjadi penasehat yang handal dengan memberi saran kepada Nabi Musa sesampainya di Midian, yaitu supaya Nabi Musa mengorganisasi kaumnya, membentuk unit-unit kepemimpinan bani Israel, sehingga berbagai hal bisa dilakukan dengan baik, efektif, efisien. (lihat Keluaran 18:13-27).

[*Kisah kasih sayang hubungan antara menantu - mertua: Nabi Musa - Imam Midian/ Madyan, Arab Saudi, yaitu Yitro/ Rehu-El, ini sangat berlawanan dengan buruknya hubungan antara mertua - menantu: Yakub/ Israel – Laban, orang Aram, yang dipenuhi intrik dan muslihat (telah sedikit disinggung pada tulisan di sini). 
*Tapi pada akhirnya bani Israel pun bahkan begitu brutal dengan menggenosida puluhan/ ratusan ribu penduduk dari  5 kerajaan di Midian (Bilangan 31) dengan hanya menyisakan 32.000 orang gadis perawan (sebagai budak seks/ gundik/ istri?). Bayangkan pula bagaimana cara mereka mengetes keperawanan hingga akhirnya diperoleh: tiga puluh dua ribu gadis perawan tersebut saat itu, dan entah berapa banyak keturunan Arab-Israel dari mereka hingga kini. Tentu saja tidak masalah bahwa itu anak dari istri atau hanya gundik, karena demikian itulah adanya bani Israel dimana Yakub juga  mempunyai anak-anak dari dua gundiknya, bahkan anak-anak dari Yehuda (sebagai cikal bakal sebutan bangsa Yahudi) adalah anak haram dengan Tamar, baik kedudukan Tamar sebagai ‘pelacur maupun sebagai menantunya]. 

Dalam kitab Keluaran 3:15, dituliskan: "Beginilah kaukatakan kepada bani Israel: YHWH, Tuhan nenek moyangmu, Tuhan Abraham, Tuhan Ishak dan Tuhan Yakub telah mengutus aku kepadamu. Itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun."

Hal tersebut berarti bahwa YHWH adalah salah satu nama (bukan satu-satunya) untuk menyebut Tuhan. Dan bahwa Tuhan yang disembah oleh Adam ... Abraham, Ishak, Yakub, ... sebagai Tuhan yang Satu (hanya beda nama), maka berarti pula sebagai Tuhan yang Datang ("Berasal") dari Arab Saudi.

Pernyataan bahwa  YHWH dari Sinai (Madyan, Arab Saudi) disebutkan pula oleh Deborah dalam Hakim (5:4-5). Juga dalam Habakuk (3:3), yang mengacu pada Tuhannya Musa (hanya beda nama) disebutkan bahwa "Eloah datang dari Teman (Tema atau Tayma)". Ini tidak lain adalah juga di Arab Saudi, yaitu suatu oase di utara Madinah. 
   
Dari semua itu maka sangat bisa dimengerti bila Allah Subhanahu wa Ta'ala menyuruh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, Nabi terakhir untuk seluruh manusia (bahkan juga jin), supaya menyampaikan kalamullah, firman Allah: "Aku (Muhammad) hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) yang Dia telah menjadikannya suci padanya dan segala sesuatu adalah milik-Nya. Dan aku diperintahkan supaya Aku termasuk orang-orang yang muslim." (QS. An-Naml/ 27: 91).

Itu karena dan juga semakin memperjelas bahwa: Tuhan yang Benar, Sembahan yang adalah Tuhan, adalah Hanya yang Datang ("Berasal") dari Arab Saudi.

Penyebutan negeri ini (Mekah, Arab Saudi) dalam QS. An-Naml/ 27: 91 tsb, juga sebagai bentuk penghormatan dan perhatian akan pentingnya kota suci tersebut dimana di dalamnya ada Ka'bah, yaitu rumah yang pertama kali dibangun untuk manusia berkumpul, beribadah kepada Allah sesuai dengan firman-Nya: "Sesungguhnya rumah pertama yang dibangun untuk (tempat beribadah) manusia ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam." (QS. Ali Imran/ 3: 96).

Ka'bah dibangun/ ditinggikan pondasinya oleh Ibrahim dan Ismail, "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa):
"Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."(QS. Al-Baqarah/2: 127). 

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala. (QS. Ibrahim/ 14: 35).

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Ka'bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim (tempat berdiri Nabi Ibrahim saat membangun Ka'bah) itu tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud. (QS. Al-Baqarah/ 2: 125).

Yang disembah adalah Allah, bukan Ka'bah, sesuai perintah Allah:
Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka'bah), yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan. (QS. Quraisy/ 106: 3-4).

Ka'bah adalah sebagai kiblat: "Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering  menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah  tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan" (QS. Al-Baqarah/ 2:144).  

Sebelumnya berkiblat ke Baitul Maqdis di Palestina: "Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus." (Al-Baqarah/ 2: 142).

Berkiblat ke arah Ka'bah ini sekaligus sebagai pemenuhan Nubuat dari  Zefanya (3:9), yaitu hapusnya kutukan menara Babel, bisa di baca di sini) dan juga Nubuat dari Yesus (Yohanes 4: 21-22; Matius 21: 43). Bahwa pada akhirnya setiap orang harus berkiblat yang satu, berbahasa yang satu, pada Tuhan yang satu, Tuhan yang Datang ("Berasal") dari Arab Saudi, yang sebelumnya sebagian dari nama-Nya yaitu YHWH menjadi nama Tuhan tribal, lokal nasional ekslusif bani Israel saja, di Gerizim maupun di Yerusalem, kini telah kembali sepenuhnya menjadi Tuhan yang bersifat Internasional untuk seluruh manusia,  Allah Subhanahu wa Ta'ala, dengan berkiblat ke Ka'bah, di Masjidil Haram, Makkah Al-Mukarramah, Saudi Arabia.

Kerajaan Allah untuk bani Israel telah dicabut, untuk keselamatannya maka harus memeluk agama Islam, sebagai satu-satunya agama yang dapat menghasilkan Buah Kerajaan itu, yaitu Ketaatan pemeluknya menjalankan berbagai perintah dan menjauhi larangan dari Allah.

Agama Islam dengan Rasulnya, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, juga sebagai bentuk terkabulnya doa permohonan Nabi Ibrahim 'Alaihissalam: "Ya Tuhan kami, utuslah ditengah mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan kitab dan hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Al-Baqarah/ 2: 129).

Agama Islam menjadi penyempurna, sebagai satu-satunya agama yang benar dan sempurna dan menggantikan semua agama-agama sebelumnya, sebagai satu-satunya agama yang diridhai dan berlaku disisi Tuhan sampai akhir zaman/ hari kiamat.

"Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu." (QS. Al Ma'idah/ 5: 3).

"Sesungguhnya agama (yang di ridhai) di sisi Allah hanyalah Islam." (QS. Ali Imran/ 3: 19).

"Barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi."  (QS. Ali Imran/ 3: 85).

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Demi Rabb yang diri Muhammad berada ditangan-Nya, tidaklah mendengar seorang dari umat Yahudi dan Nasrani tentang diutusnya aku, kemudian dia mati dalam keadaan tidak beriman dengan apa yang aku diutus dengannya (Islam), niscaya dia termasuk penghuni neraka." (HR. Muslim No. 153).

Sungguh telah tepat sekali:

Tuhan yang Benar Itu Hanya yang Datang ("Berasal") dari Arab Saudi.

Agama yang Benar pun Hanya yang Datang ("Berasal") dari Arab Saudi.


Aslim Taslam!
Masuklah Islam, maka Anda akan Selamat!

Dan: "Jika kamu kafir, maka (ketahuilah) sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman) mu dan Dia tidak meridhai kekafiran hamba-hamba-Nya. Dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai kesyukuranmu itu. Seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sungguh, Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam dada (mu)!" (QS. Az-Zumar/39: 7).

[Note: Harus benar pula dalam beragama Islam. Pastikan sebagai Islam yang datang dari Arab Saudi. Bukan yang datang dari India bentukan MGA dan Yahudi Rothschild pemilik East India Company/ Inggris, yaitu Ahmadiyah, apalagi yang datang dari Iran bentukan Yahudi Abdullatta ben Saba, yaitu Syiah. Juga bukan pula yang sempat gencar diiklankan sebagai... hm.. 'Islam Nusantara'].


Wassalam!

Allah Menyelamatkan Isa, YHWH Menyelamatkan Yesus!


Tidak hanya Allah yang menyelamatkan Nabi Isa Al-Masih 'Alaihissalam. Tapi YHWH juga menyelamatkan Nabi Yesus Kristus!

Ini bukan berarti ada dua Tuhan, karena Monoteisme Sejati sangat memahami bahwa Tuhan itu Esa, Satu Pribadi Tunggal, Sendirian, Tiada Sekutu, Tak Ada yang Setara dengan-Nya, dan Tuhan itu mempunyai Nama yang Tidak Terbatas.

Bukan pula tentang dua orang Nabi yang diselamatkan oleh Tuhan, karena Isa dan Yesus adalah orang yang sama, hanya beda nama. Bahkan masih beberapa lagi namanya, misal Eashoa Msheekha (nama Aram asli, bukan hasil transliterasi dari Yunani: Iesous, ke Aram: Yeshua), dan ada pula Issa di India.

Allah menyelamatkan Isa Al-Masih 'Alaihissalam telah jelas dinyatakan oleh Allah sendiri: "... mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang (pembunuhan) Isa, selalu dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka benar-benar tidak tahu (siapa sebenarnya yang dibunuh itu), melainkan hanya mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa ke hadirat-Nya. Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana." (QS. An-Nisaa'/ 4: 157-158).

Adapun YHWH menyelamatkan Yesus sebenarnya telah saya bahas dalam tulisan di sini. Kali ini selain untuk menambah jelas, juga lebih khusus terkait dengan nama Yesus, dimana Yesus adalah "Yosua", atau Yosua adalah "Yesus" sebagai berikut:
1.       Nama Yosua (nama yang diberikan oleh Musa untuk Hosea bin Nun (Bilangan 13:8 bandingkan dengan Ulangan 32:44), dalam bahasa Ibrani adalah Yahushua, ditransliterasi ke bahasa Yunani menjadi Iesous.
2.      Nama Yesus dalam bahasa Yunani adalah Iesous, karena itu dalam transliterasi ke bahasa Ibrani menjadi Yahushua.
3.      Jadi, baik Yosua maupun Yesus = Yahushua.
4.      Yahushua adalah nama teophorik dari kata YHWH (Yahuwah) dan Shua/ Yasha (Menyelamatkan).
5.      Yahushua berarti YHWH Menyelamatkan (yaitu menyelamatkan orang yang menyandang nama tersebut).
6.      Karena itu, semua "Yesus" dalam Alkitab: Yesus-Yosua/ Hosea bin Nun asisten Nabi Musa; Yesus-Yosua bin Yozadak si imam Yahudi; Yesus Barabas si penjahat; Yesus Yustus temannya Paulus; juga Yesus bin Sirakh penulis kitab Ecclesiasticus; dan apalagi Yesus Kristus, semuanya selamat. Tidak ada seorang pun yang disalib apalagi tewas mengenaskan karena disalib!
7.      Bahkan khusus untuk Yesus Kristus, nama teophorik Yahushua bila mengikuti narasi Bibel dalam Lukas 1: 26-31 dan Matius 1: 21, adalah sebagai nama pemberian dari Tuhan. Karena itu, nama tersebut tidak hanya sebagai harapan baik untuk keselamatan dirinya seperti semua nama Yesus lainnya, tetapi bahkan sebagai jaminan, sebagai kepastian dari Tuhannya Yesus bahwa Nabi Yesus pasti akan diselamatkan oleh Tuhannya, yaitu diselamatkan dari Tipudaya konspirasi makar jahat kaumnya, Kafirun Yahudi saat itu.
8.     Jadi, buang jauh-jauh anggapan adanya orang yang disalib yang bernama Yesus Kristus - Yahushua ha Mashiakh, mengingat begitu 'ampuh dan sakti sekali' nama teophorik tersebut!
9.      Yang disalib pasti bukan Nabi Yesus, tapi orang lain yang diserupakan dengan Yesus.
10.  Yang disalib bisa jadi salah satu dari orang-orang Yahudi yang Membuat Tipudaya dan Kafir pada risalah yang dibawa oleh Yesus.

11.   "Orang-orang kafir itu membuat tipudaya, dan Allah Membalas Tipudaya mereka. Dan Allah sebaik-baik Pembalas Tipudaya." (QS. Ali Imran/ 3: 54).
12.  "YHWH itu Tuhan yang Cemburuan dan Pembalas. YHWH itu Pembalas dan penuh kehangatan amarah (Pemarah). YHWH itu pembalas kepada para lawan-Nya dan Pendendam kepada para musuh-Nya. (Nahum 1:2).
13.  "Masakan Aku tidak menghukum mereka karena semuanya ini?, demikianlah firman TUHAN. Masakan Aku tidak membalas dendam-Ku kepada bangsa yang seperti ini? (29) Masakan Aku tidak menghukum mereka karena semuanya ini?, demikianlah firman TUHAN. Masakan Aku tidak membalas dendam-Ku kepada bangsa yang seperti ini?" (Yeremia 5:9, 29).
14.  "Orang fasik dengan angkuhnya memburu orang yang lemah, tapi mereka terjebak dalam tipu daya yang mereka rancangkan. (Mazmur 1:2).
15.   "Biarlah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangan-rancangannya... Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku demikianlah firman Tuhan. (Yesaya 55:7-8).
16.  "Ya YHWH, betapa besar perbuatan-Mu, betapa dalam rancangan-Mu, (sehingga) orang fasik tidak mengetahuinya, orang yang bodoh tidak memahaminya. (Mazmur 92:6-7).

17.   Tapi.. oh! Betapa tragis dan ironis karena disisi lain ada yang menjadikan kebodohan sebagai pengharapan keselamatan. Ini sebagaimana diakui oleh pendiri Kristen (Paulus), dengan semua olah kata-katanya dalam 1Korintus pasal 1 mulai ayat 18. Dan.. sungguh heran sekali bila sampai saat ini, 'hari gini!' masih banyak yang terjerat dalam dusta, kelicikan dan tipudaya dirinya (lihat: Roma 3:7; 2Korintus 12:16).

18.  Maka: "Sungguh bodohlah umat-Ku itu, mereka tidak mengenal Aku! Mereka adalah anak-anak tolol, dan tidak mempunyai pengertian! Mereka pintar untuk berbuat jahat, tetapi untuk berbuat baik mereka tidak tahu." (Yeremia 4:22).

19.  Maka: Takutlah akan Tuhan. "Takut akan YHWH adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan." (Mazmur 1:7).
20. Takut akan YHWH ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat. (Amsal 8:13).
21.  Akhir kata dari segala yang didengar ialah: Takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. (Pengkhotbah 12:13).

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (QS. Al-Qamar/ 54: 17).

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? (QS. Al-Jaatsiyah/ 45: 23).

God bless Jesus!!

Harus di baca: