Yesus Tidak di Salib, Menurut Alkitab!


Benarkah Yesus di Salib?

Bila pertanyaan tersebut diajukan kepada orang Kristen … seketika mereka akan menjawab… ya!
Tetapi cobalah tanyakan kembali padanya, Apakah anda yakin dengan jawaban tersebut? Apa jawabnya…?

Mereka menjawab demikian karena berdasarkan dogma yang diajarkan bahwa asal percaya Yesus sebagai Kristus (sebutan Mesias dalam pengertian kekristenan yakni Yesus "menyelamatkan" mereka melalui soteriologi salib via dolorosa – yang sangat berbeda dengan Mesias dalam pengertian Yahudi, yaitu seorang yang diurapi oleh Tuhan yang akan menyelamatkan dan membebaskan mereka dari penjajahan Romawi saat itu).

Kematian Yesus dikayu salib "menyelamatkan" mereka, yaitu dengan mempercayai azab, penderitaan, penghinaan, kematian secara tragis yang sangat memalukan bagi 'orang suci' yang diurapi Tuhan (yang sebenarnya hanya pantas untuk orang terkutuk: Ulangan 21:22-23), kemudian bahkan menganggap tindakan barbar tersebut sebagai hal yang sakral, maka mereka telah dijamin pasti masuk surga. Misionaris pewarta Kristen secara gencar memberitakan bahwa soteriologi salib ini berbeda dari soteriologi Islam, yang mengharuskan manusia melakukan kebaikan lebih banyak dari keburukan jika manusia ini ingin mengalami keselamatan, yakni masuk surga. Dalam penilaian yang salah tersebut, soteriologi Islam yang menempatkan perbuatan manusia pada tempat utama, menurut mereka (misionaris pewarta Kristen) menyebabkan kaum Muslim terus menerus merasa tidak pasti mengenai masa depan mereka di alam akhirat.

Jadi menurut orang Kristen Paulin sedunia, justru kematian melalui penyaliban Yesus dikayu salib inilah sebagai satu-satunya jalan yang bisa mengantarkan mereka memasuki surga. Karena itu mereka harus percaya, asal percaya, tidak boleh meragukan sedikitpun atas dogma tersebut, menerima dengan patuh, dengan iman (sola fide). Selanjutnya mereka tinggal menerima keselamatan saja, langsung masuk surga, tanpa harus membayar apapun, sebab semuanya diberikan secara gratis (sola gratia), karena Yesus, demi manusia, sudah menanggung hukuman berat ini di dalam azab, kesengsaraan dan kematiannya secara terkutuk (Gal 3:13).


Lantas bagaimana bila Yesus ternyata tidak disalib?

Tidak hanya Tuhannya Yesus melalui Al Qur'an yang menyatakan bahwa Yesus tidak disalib.
Dan karena ucapan mereka, "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang (pembunuhan) Isa, selalu dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka benar-benar tidak tahu (siapa sebenarnya yang dibunuh itu), melainkan hanya mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa ke hadirat-Nya. Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (QS. An-Nisaa' 4:157-158).

Tetapi bahkan beberapa pernyataan dari Alkitab juga menolak klaim adanya penyaliban terhadap Yesus.

1.     Mazmur/ Psalm 91 menolak klaim atas penyaliban terhadap Yesus, karena:
a.      Allah mendengar tangisannya, doanya, menghilangkan rasa takutnya (Mazmur 91:15, 5, 3) dan menyelamatkannya dari penangkapan (Mazmur 91:3). (15) Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. (5) Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, (3) Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang.
b.      Tak ada malapetaka yang akan menimpa Yesus, apalagi kematian melalui penyaliban! (Mazmur 91:10). (10) Malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu
c.       Yesus bahkan menonton pada saat orang yang mirip dengannya disalibkan (Mazmur 91:8). (8) Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.
d.      Allah akan menurunkan para malaikat untuk melindungi dan mengangkatnya (Mazmur 91:11-12, 14). (11) Sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. (12) Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu. (14) Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku
e.       Yesus hidup panjang umur dari sejak dilahirkan sampai akhir zaman saat ia turun kembali ke bumi (Mazmur 16). (16) Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."

Ayat-ayat Mazmur ini dijadikan dasar penolakan penyaliban Yesus karena ayat ini pula yang menegaskan bahwa Yesus adalah anak kesayangan Allah dalam Perjanjian Baru (khususnya dalam Luk 4:10-12 dan Mat 4:5-10).

2.     Yeremia 23 menolak klaim atas penyaliban terhadap Yesus, karena Yesus adalah calon raja teokratis Yahudi saat itu. (5) Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. (6) Apabila ia memerintah, orang Yehuda akan selamat, dan orang Israel akan hidup dengan aman. Raja itu akan disebut 'TUHAN Keselamatan Kita'. Hal yang sama juga dinubuatkan dalam Mazmur/ Psalm 9 (6) Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus! (7) Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. (8) Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. (9) Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk." Tetapi sayang, Yesus hanya menjadi 'raja sehari' seperti yang diungkap dalam Mat (21:1-9); Mark (11:1-10); Luk (19:28-38) dan Yoh (12;12-15), karena ia dikhianati oleh kaumnya yang bersekutu dengan penjajah Romawi, sehingga ia diangkat ke langit, diselamatkan (poin 1). Karena itu, nubuat dari Nabi Zakharia (9:9-10) hanya terpenuhi sampai ayat 9, (9) Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.

3.     Yesaya/ Isaiah 52 dan 53, menolak klaim penyaliban terhadap Yesus karena:
a.      Yang menjadi korban adalah orang yang sangat buruk rupa (Yesaya 52:14; 53:2)
        (14) Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia, begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi, (2) Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya. Sedangkan yang disalibkan sangat tampan (setampan bintang film The Messiah), bahkan meskipun ia berlumuran darah tetap saja ia terlihat tampan di The Passion of The Christ.
b.      Yang menjadi korban adalah orang yang sangat dihinakan, selalu dijauhi orang (Yesaya 53:3) (3) Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Sedangkan Yesus bahkan sejak dilahirkan pun membuat heboh banyak orang (Mat 2:1-11; Luk 2:8-20), saat remaja telah memukau imam-imam Yahudi di Bait Allah (Luk 2:41-52), dalam kehidupannya selalu menjadi pujaan orang banyak, sangat dihormati orang (Mat 21:1-7; Mark 11:1-11; etc), diurapi roh kudus (Mat 3:16-17; Mark 1:10-11; Luk 14:15-21; Yoh 1:32), penuh mukzijat menurut 4 injil kanonikal selama masa pelayanannya, dari menyembuhkan orang sakit, memperbanyak makanan, mengusir setan dan membangkitkan orang mati.
c.       Yang menjadi korban tidak mengatakan apapun (Yesaya 53:7), sedangkan yang dianggap Yesus banyak berkata-kata, sejak mulai penangkapan sampai terjadi penyaliban (7) Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
d.      Yang menjadi korban tidak pernah melakukan kejahatan dan menipu (Yesaya 53:9) (9) Ia dikuburkan bersama orang jahat; makamnya di tengah-tengah orang kaya, walaupun ia tak pernah melakukan kejahatan, dan tak pernah menipu." Sedangkan Yesus menurut Alkitab dapat dikatakan pernah melakukan kejahatan, yaitu menjuluki anjing tanpa alasan apapun kepada seorang wanita (Kanaan, Mat 15:22-26/ Siro fenisia? Mark 7:26-27), pernah mengutuk pohon ara karena tidak ada buahnya sedangkan saat itu Yesus merasa kelaparan (Mat 21:18-20; Mark 11:12-20), pernah bersama murid-muridnya mencuri gandum bahkan di hari sabat (Mat 12, Mark 2:22, Lukas 6), dan mungkin menipu pemilik keledai karena Bibel tidak menceritakan kapan Yesus mengembalikan seekor keledai (atau 2 ekor Mat 21) yang katanya hanya dipinjam sebentar (Mark 11, Lukas 19:30).
e.      Yang menjadi korban penebus salah adalah orang yang sangat merelakan dirinya dikorbankan (Yesaya 53:10). (10) Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. Sedangkan Yesus tidak rela disalibkan, terungkap dalam doanya di taman Getsmani, sehingga beliau diselamatkan sedangkan orang yang diserupakan dengan beliau ditangkap (Mat 26:36-46; Mark 14:32-42; Luk 22:39-46).

Figur hamba Tuhan yang menderita dalam Yesaya tersebut tentu saja bukan Yesus, karena Yesus tidak memenuhi kriteria sesuai dengan apa yang tertulis di dalamnya. Dalam konteks historisnya pun, Yesaya bukan mengarah (menubuatkan) pada suatu figur mesianik yang jauh di depan, yang belum lahir, yang akan di azab, yang azab dan kematiannya menyelamatkan, menebus umat manusia di seluruh dunia dalam segala zaman, tetapi suatu figur historis tertentu pada zaman ketika Yesaya ditulis (masa Pembuangan di Babel, abad VI SM). Bisa saja figur tersebut adalah seorang imam, seorang nabi Yahudi, yang azabnya mendatangkan kesembuhan, kebaikan dan kesejahteraan bagi bangsa Yahudi sendiri, bukan untuk dunia secara universal dalam segala zaman.

Bahkan dalam dokumen Yahudi ekstrakanonik juga memuat gagasan soteriologis Yahudi yang serupa. Dalam 4 Makkabe 5:1-6:28 (50 M berdasarkan 2 Makabe 125 SM) terdapat kisah tentang Eleazar, seorang tua dari keluarga imam. Dikisahkan, menjelang ajal sebagai seorang martir di perapian yang panas bernyala-nyala Eleazar berkata, "Ya, Tuhan, Engkau mengetahui bahwa aku dapat luput. Tetapi kini aku sekarat di dalam perapian ini demi Taurat. Berilah rakhmat-Mu pada umat-Mu; semoga kekejaman yang aku alami ini melunasi semua yang harus mereka tanggung. Biarlah darahku menyucikan mereka, ambillah nyawaku sebagai suatu pengganti bagi mereka" (6:27-28). Dan, hal yang terpenting adalah kenyataan sejarah bahwa pada akhirnya para pejuang Makkabe melalui pengurbanan diri mereka sampai mati syahid secara mengerikan melawan Raja Antiokhus IV Epifanes terhadap bangsa dan agama Yahudi membuahkan kemerdekaan dan penyucian bagi bangsa Yahudi untuk jangka waktu yang cukup panjang (142-63 SM). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Yesaya 53 terpenuhi oleh Elazar, kontras dengan gerakan Yesus yang tidak menghasilkan kemerdekaan dari bangsa Romawi, bahkan akhirnya orang Islam yang membebaskan Yahudi dari cengkeraman Romawi melalui Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 640 M, sehingga dapat dibangun Bait Suci ke-3 (Masjid Al-Aqsa) diatas 'bukit suci' yang telah dijadikan tempat pembuangan sampah oleh para penyembah trinitas.

Berdasarkan hal di atas, maka sungguh benar Allah dengan firman-Nya, dimana menyatakan mereka yang berselisih pendapat tentang (pembunuhan) Isa, jadi Al-Qur'an tidak menyatakan Alkitab, tetapi menyatakan mereka/orang-orang, karena sebenarnya Alkitab pun menolak adanya pembunuhan dan penyaliban terhadap Yesus Isa Al-Masih 'alaihissalam. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa bagian Alkitab (Perjanjian Baru) yang mengonstruksi soteriologi salib, yang mengisahkan terbunuhnya Yesus di kayu salib, bukan berasal dari firman Allah, tetapi berasal dari orang-orang yang berselisih pendapat. Mereka inilah yang menuliskan Perjanjian Baru, jauh setelah terjadinya peristiwa penyaliban tersebut, yaitu pada permulaan abad kedua Masehi, dibawah arahan surat-surat Paulus (yang berisi doktrin dosa warisan, penebusan dosa & pembatalan hukum Taurat yang sudah lengkap sejak tahun 50 M), untuk membangun doktrin soteriologi salib dalam Perjanjian Baru.

Dengan mengonstruksi doktrin soteriologi salib, gereja perdana berhasil mengubah kematian orang yang dianggap sebagai Yesus yang secara faktual adalah sia-sia menjadi kematian yang bertujuan sesuai keinginan mereka. Mereka juga dapat mengatasi kegoncangan jiwa dan rasa malu yang besar, dengan melakukan rasionalisasi atas berbagai hal buruk yang  sangat tragis, yang menurut mereka telah dialami oleh Yesus. Dalam rangka merasionalisasi inilah, sakralisasi terhadap jalan salib dan kematian atas orang yang dianggap sebagai Yesus dilakukan: Ya, memang Yesus harus disengsarakan dan dizalimi dan dibunuh karena semua ini sudah dikehendaki (Yunani: dei) Allah untuk menebus manusia dari dosa-dosa mereka (dosa warisan maupun dosa masa kini) dengan jalan mengurbankan Yesus, yang sangat sesuai dengan ajaran Paulus.

Oleh umat Kristen Perjanjian Baru, teks Yesaya dikenakan kepada orang yang dianggap Yesus, seperti dapat kita baca dalam 1 Petrus 2:22-25; khususnya ayat 24 yang memuat kutipan langsung dari teks Yesaya: "Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuhnya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilurnya kamu telah sembuh." Mereka juga menempelkan ayat-ayat Perjanjian Lama pada lidah dan mulut orang yang dianggap Yesus, sehingga seolah-olah Yesus memang terlahir untuk disalibkan, seolah-olah Yesus rela mati untuk menebus dosa manusia sedunia, seolah-olah Yesus mati secara terkutuk dan mengenaskan sebagai tiket gratis ke surga. Padahal semua itu tinggal mencomot isi Perjanjian Lama dan dimasukkan dalam Perjanjian Baru. Dan tentu saja orang yang tergantung di kayu salib dan mengatakan Eloi, Eloi lama sabhaktani oleh penulis Markus 15:34 dan Matius 27:46 (dengan mencomot Mazmur 22:1) bukanlah Yesus, tetapi orang yang dianggap sebagai Yesus.

Dengan demikian, dapat disimpulkan 3 poin penting, yaitu:
1.      Yesus bukanlah hamba Tuhan yang menderita (ebed YHWH) dalam Yesaya 52 dan 53, tetapi anak kesayangan Allah dalam Mazmur 91, Mesiah versi Yahudi yang akan menjadi raja teokratis Yahudi saat itu menurut Yeremia 23, Mazmur 9 dan Zakharia 9, yang dikhianati bangsanya, namun beliau diselamatkan oleh Allah, diangkat ke langit.
2.      Yesus tidak dibunuh maupun disalibkan, meskipun peristiwa penyaliban tersebut ada, tetapi yang disalib adalah orang yang diserupakan dengan Yesus, bukan Yesus.
3.      Soteriologi salib tidak berasal dari Yesus, tetapi sepenuhnya ciptaan gereja perdana sesuai arahan surat-surat Paulus (seorang penyesat/ rasul palsu yang ditolak oleh Yesus/ Wahyu 2:2), yang dibangun jauh sesudah masa kehidupan Yesus. Karena itu, soterilogi salib bukan jalan keselamatan, tetapi jalan kebinasaan.


Jadi, masih percayakah anda bahwa Yesus disalibkan? (maupun sebagai tiket gratis anda ke Surga?)

Bila demikian, semestinya anda saat ini sedang hidup di dalam Surga (Mat 16:28; Mark 9:1; Luk 9:27). Bila tidak, dan ternyata memang tidak, maka ini adalah bukti lain dari omong kosong inneracy Alkitab.
Jadi, apa yang anda tunggu?


Semoga bermanfaat
Isha Merdeka

22 komentar:

Anonim mengatakan...

Maaf, jika saya baca Anda asal main comot ayat dan mengartikan sesuka Anda. Anda licik menurut saya.

rey victor mengatakan...

Koreksi dulu om.dalam kitab kata Nya dan nya itu beda arti.belajar lg yaa.

Anonim mengatakan...

terima kasih, artikelnya sangat bermanfaat.

Isha Merdeka mengatakan...

Untuk Anonim, justru dari artikel ini terbukti bahwa penulis PB yang terbukti asal comot PL diluar konteks untuk mengonstruksi soteriologi salib. Karena itu, meminjam pendapat Anda, merekalah yang licik.
Dan tragisnya, ayat-ayat PL tersebut dianggap, dinyatakan, bahkan dibanggakan sebagai nubuat penyaliban oleh para misionaris maupun apologet kristen.

frozenade mengatakan...

Sedahsyat apapun anda memperdebatkan masalah 'klasik' ini, tidak akan pernah ketemu kesatuan pendapat. Terkecuali anda mau membuka hati terlebih dulu.

Allah mengasihimu, saudaraku.

Isha Merdeka mengatakan...

Alhamdulillah...
Allah memang mengasihi saya @frozenade, karena itu saya hidup dalam hidayah-Nya, dalam Kerajaan Allah, sebagai muslim.

Semoga artikel di atas dan lainnya bisa sebagai sebab terbukanya hati Anda pada hidayah Islam. Tentu saja bila Anda dan siapapun yang seiman dengan anda juga mau membuka hati dan pikirannya untuk menemukan kebenaran sejati, bukan sekedar kebenaran persepsi :)

Anonim mengatakan...

you must do something. i thing you are the beast evil that argue with jesus in the desert. anda adalah iblis yang menggoda yesus di padang pasir. lakukanlah sesuatu. sembuhkan orang sakit. mengubah banya orang. hitunglah usia hidup mu. bandingkan dengan usia hidup Nya. lalu katakan dalam hati mu apakah kamu lebih besar dari dia? jika, ya. maka mari kita tunggu. akan banyak orang yang percaya kepadamu mesti tanpa celoteh yang aneh.

Isha Merdeka mengatakan...

//Anonim: you must do something. i thing you are the beast evil that argue with jesus in the desert....//

@ Hahaha... kali ini saya senang dengan komen anda... karena iblis pun tahu Yesus bukan Tuhan. Dan Yesus pun bahkan pada iblis sama juga ke murid-murid beliau mengajarkan untuk hanya menyembah Tuhan-nya Yesus, bukan menyembah atau menuhankan Yesus :)

Adapun berbagai mu'jizat beliau it's ok. dan tentu saja itu semua berasal dari Tuhannya Yesus, Tuhan yang menyelamatkan beliau dari kehinaan karena terbebas dari penyaliban. Sayangnya, banyak juga yang justru merasa bersyukur atas terjadinya penghinaan, penyaliban dan pembunuhan pada orang yang dianggap sebagai Yesus (dimana mesti meyakini juga sebagai orang suci, plus menuhankannya bila sbg trinitarian), hanya karena ingin tiket gratis ke surga yang didogmakan oleh Paulus. Ini yang membuat saya prihatin. Suatu paradoks yang melahirkan kontradiksi dari suatu keimanan buta.

Anonim mengatakan...

Kalo memang Anda meyakini utusan Allah nabi Isa naik ke surga (tidak ada kuburannya), kenapa percaya kepada yang lain??

Isha Merdeka mengatakan...

Karena dari yang lain itulah jadi percaya bahwa Yesus, Isa Al-Masih adalah seorang Nabi mulia, yang selamat dari konspirasi jahat kaumnya, dinaikkan ke langit dengan utuh jiwa raganya. Kenapa kaumnya mau membunuhnya? Karena mereka tidak mau menerima kebenaran, yakni ajaran yang disampaikan beliau yang berasal dari Tuhannya, dari Allah, Tuhannya Yesus, Tuhan kita semua, Anon :)

Anonim mengatakan...

yang lebih aneh lagi.. kenapa orang muslim percaya nabi-nabi orang israel seperti Musa, Nuh,dll.dari garis keturunan saja terlihat jelas, bahwa Muhammad satu-satunya Nabi yang asalnya dari Arab

yoga.hadi mengatakan...

Dan bangsa arab adalah satu keturunan dengan bangsa israel yaitu dari garis ibrahim A.s Bapak para Nabi,,, Bahasanya saja hampir sama yait dari rumpun bahasa semitik,, bahasa Yang di gunakan Tuhan dalam Kitab Mazmur, Injil dan Al Qur'an... Jadi mana anehnya??

Anonim mengatakan...

Pertama saya salut akan kegigihan anda sampai segitunya mempelajari alkitab...
Mengeluarkan pernyataan yang didukung dgn comotan ayat alkitab... Sungguh luar biasa..
Kita tunggu aja kebenarannya, kita nantikan saja saat Isa Almasih turun ke dunia untuk kedua kalinya... :)

Anonim mengatakan...

Dear Yoga and Anonim..
saya ajak anda berdua menyaksikan para pakar membahas penyaliban yesus adalah sebuah fakta atau fiksi pada debat yang hebat dari para pakarnya. Semoga yg sesat mendapat petunjuk.

http://www.youtube.com/watch?v=H9sb8vqmpW8



Anonim mengatakan...

Hahahaha anda benar 'hebat menafsir' bayangkan anda menafsir Mazmur. Pantasan dunia anda penuh dengan perang dan kebencian... lihat saja negaranya mungkin karena salah tafsir hahahaha.... Alquran itu untuk siapa sih? untuk menolak Yesus kalo begitu ketahuaan 'motif' penulisnya... Kalo alkitab itu ditulis tidak pada siapa2 ato agama tertentu karena Alkitab untuk umat manusia... Itulah Firman yang benar...

Anonim mengatakan...

pohon dilihat dari buahnya...

Ajaran Yesus dan kehidupanNya sendiri menunjukan perbedaan DIA dengan manusia umumnya. Tidak ada ajaran2 didunia ini yang mengajarkan: "kasihhilah musuhmu"; "kalau orang menampar pipi kananmu, berilah pipi kirimu", "kalau orang minta bajumu, berilah juga jubahmu" (Matius 5:39-45). Tapi Yesus mengajarkan dan melakukannya.
Dan tidak ada satu orangpun didunia ini yang berani bilang: "Akulah Jalan (ke Surga), dan Kebenaran, dan Hidup (kekal), kecuali Yesus (Yohanes 14:6).

Apa yang Muhammad ajarkan? bunuh diri (jihad)? beristri sampai dengan 4?

Mari berpikir sehat dan waras.

Anonim mengatakan...

Yesus( isa almasih) itu tidak di salib teman yang disalib adalah yudas, dengan ijin Allah yudas diserupakan isa almasih.

Saya bersyukur Allah telah memberi hidayah pembuat blog dari agama kristen menjadi islam (muallaf), selamat dosa2 anda terdahulu otomatis di hapus seperti bayi yang baru lahir.

Klo mo blajar islam baca dulu kitab injil anda simpulkan kejanggalan2nya, tanyakan kepastor anda klo jawabanya semuanya hanya bisa di sempurnakan oleh iman dan firman2nya itu tidak masuk akal teman, cari perjanjian baru menyangkut konteks apa saja, lanjut ke perjanjian lama disini anda akan menemukan tuhan itu ada satu. ogh iya jangan lupa ya belajar juga kisah2 nabi versi kristen.
kemudian klo sudah semuanya, baca terjemahannya alquran disana ada kisah nabi2 orang kristen dan siapa itu isa/yesus dan maria/maryam,
HAL YANG HARUS DI INGAT MASAK YESUS ANDA DIJADIKAN TUMBAL UNTUK UMATNYA UNTUK MASUK SURGA, dimana2 orang jahat itu masuk neraka, ibarat di dunia klo jahat masuk penjara masak jadi pejabat.
KLO GAK PERCAYA KITA TUNGGU SAJA ISA AL MASIH TURUN KE DUNIA DI HARI MENJELANG KIAMAT, DIMANA KALIAN AKAN MERONTA2 DIKARENAKAN KALIAN MENYEMBAH DIA SEBAGAI ANAK TUHAN DALAM TRINITAS,DAN ISA MENJELASKAN KENAPA KAMU MENYEMBAH KU ADA ALLAH YANG LEBIH PANTAS UNTUK DI SEMBAH DAN MENGHANCURKAN GEREJA2, DIMANA HARI MENJELANG KIAMAT TIDAK ADA GUNANYA ANDA MENYATAKAN KEIMANAN SEBAGAI UMAT ISLAM, KARENA ANDA TIDAK MAU MENCARI TAHU KEBENARAN TUHAN ITU SIAPA, ADA DIMANA, BERANAK APA TIDAK,ADA BERAPA, BERISTRI TIDAK.

tidak ada paksaan memeluk islam, hanya allah yang dapat membolak balikan hati manusia, tetapi manusia harus tetap berusaha mencari jalan kebenaran.

Isha Merdeka mengatakan...

Untuk Anonim yang mengatakan: "Kita tunggu aja kebenarannya, kita nantikan saja saat Isa Almasih turun ke dunia untuk kedua kalinya."
Maka itu sungguh bukan pilihan yang bijak, apalagi apakah bisa umur kita sampai ke zaman Yesus second coming!?

Yang rasional adalah teruslah mencari Kebenaran, seperti kata Yesus: "Ketahuilah kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakanmu."
Dan tentang Kebenaran dari Yesus Second Coming bisa dibaca dalam artikel ini:
http://ishamerdeka.blogspot.com/2012/05/yesus-islam-2nd-coming.html

Isha Merdeka mengatakan...

Anonim berkata: "pohon dilihat dari buahnya...."

>>Benar, bahwa buah yang baik berasal dari pohon yang baik. Namun apa sih yang dimaksud dengan "buah" itu?
Secara alkitabiah.. buah itu adalah 'ketaatan pemeluknya menjalankan perintah-perintah Allah' (lihat Matius 21:43; TB dan BIS).
Jadi pertanyaan besarnya adalah: Bisakah dalam kekristenan dapat taat menjalankan perintah-perintah Allah, sedangkan Taurat/ hukum-hukum Allah telah dibatalkan oleh Paulus!? Tentu non-sense.

>>Adapun tentang kasihilah musuhmu, beri pipi kirimu... sedikitnya sudah dibahas dalam artikel disini:
http://ishamerdeka.blogspot.com/2013/06/alkitab-yesus-kristus-seorang-munafik.html

Isha Merdeka mengatakan...

Tentang perkataan Yesus: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

>>Itu adalah hal wajar bagi setiap Rasulullah, untuk menunjukkan jalan pada kebenaran sehingga bisa hidup (kekal di surga).
Jadi bukan monopoli Yesus seorang karena setiap Rasul Allah memang mengajarkan untuk tujuan demikian.
Dan hal itu sudah disinggung dalan tulisan: Merdeka dalam Kristus vs. Merdeka Dalam Yesus.
http://ishamerdeka.blogspot.com/2013/03/merdeka-dalam-kristus-vs-merdeka-dalam_14.html

Anonim mengatakan...

Keliatan yah yang rasional yang mana dan yang tidak rasional yang mana.
"anak-Nya yang memakan mangga masam di Makassar masa iya bapak-nya ngerasa ngilu giginya di Jakarta" faham?

Anonim mengatakan...

Bismillah (Dengan menyebut nama Allah:
Dia (Isa) berkata,"Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup, dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali." (Q.S. Maryam 19:30-33)
By. Has Ajie Bin Lawahe
Salam dari Makassar