Mengapa Saya Memilih Islam - Dari Imam Katolik Roma ke Islam - Idris Tawfiq


Cerita kehidupan nyata tentang mengapa orang beralih ke Islam.

وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى دَارِ السَّلامِ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ Yuunus سورة يونس 25
Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). (QS. Yunus 10:25)
Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barangsiapa yang ingkar kepada thaghut (yang disembah selain Allah) dan beriman kepada Allah, maka sungguh ia telah berpegang pada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah 2:256).

Idris Tawfiq memiliki gelar dalam bidang Bahasa dan Sastra Inggris dari University of Manchester dan gelar di bidang Sacred Theology dari Universitas Kepausan Santo Thomas Aquinas di Roma. 

Selama bertahun-tahun ia adalah Ketua Studi Agama di sekolah yang berbeda di Inggris dan Wales dan memiliki banyak pengalaman mengajar, baik di Inggris maupun di Mesir. Sebelum memeluk Islam, Idris adalah seorang imam Katolik Roma.


Idris Tawfiq banyak diminati sebagai pembicara, dan ia melakukan perjalanan secara ekstensif untuk tujuan ini. Gaya bicaranya bagus, sederhana dan sangat lembut menyentuh hati, serta menyebabkan orang untuk berpikir. Idris menunjukkan bahwa ia bukanlah seorang sarjana Islam, melainkan memiliki suatu cara untuk menjelaskan hal-hal tentang Islam dengan cara yang sangat sederhana. Dia memiliki pengalaman dalam memimpin retret dan dalam memberikan pelatihan bagi para pelajar dan orang dewasa. 

Pengalaman yang luas dalam berurusan dengan orang-orang pada umumnya dan menjelaskan berbagai hal tentang iman kepada mereka, sangat bermanfaat dalam meramaikan tulisan dan gaya berbicaranya, sehingga menjadi lebih menarik sekaligus mudah dipahami. Beliau mencoba untuk menjelaskan Islam kepada mereka di Barat yang bukan Muslim.

Sebagai seorang penulis, Idris Tawfiq telah menulis untuk berbagai surat kabar dan majalah di Inggris dan sekarang menjadi kontributor tetap dan konsultan untuk www.islamonline.net dan www.readingislam.com. Dia menulis setiap hari Selasa di Egyptian Mail, surat kabar berbahasa Inggris tertua di Mesir, dan setiap Jumat di Sawt Al-Azhar, surat kabar Al-Azhar University. 


Beliau adalah penulis buku-buku berikut:
  •   Gardens of Delight: a simple introduction to Islam
  •   Talking to Young Muslims
  •   Talking to New Muslims
  •   Talking to Muslims in the West
  •   Talking About Ramadan
  •   Calling Others to Islam
  •   Talking About Other faiths
  •   Looking for Peace in the Land of the Prophets

Dalam perjalanannya ke seluruh dunia, Idris berbicara tentang Islam baik untuk kelompok dan di televisi maupun radio. Anda dapat melihatnya setiap pekan di sebuah acara di Huda TV, "Let's Talk." Program ini tayang setiap hari Rabu pukul 18.00 GMT dan Anda juga dapat melihatnya di komputer Anda melalui Live  Streaming.

Sebagai seorang Muslim, Idris Tawfiq memiliki cinta yang mendalam
kepada dunia Arab. Cerita dan karakter dari Kairo dan dunia Arab sering ditemukan dalam tulisannya. Setelah beberapa saat sebagai Direktur Pusat Penelitian Pasca Sarjana di Al-Fatih Islamic Institute di Damaskus, Idris Tawfiq sekarang tinggal di Mesir. Sering ditanya mengapa ia memilih Timur Tengah sebagai basis untuk berbicara kepada orang-orang di Barat tentang Islam, daripada tinggal di London, Idris mengatakan bahwa budaya dan orang-orang di daerah ini merupakan sumber inspirasi yang subur baginya. 


Dia sekarang membagi waktunya antara rumahnya di Mesir dan perjalanannya ke seluruh dunia.
 
Meskipun sangat sibuk, Idris mencoba untuk mengirim balasan pribadi kepada semua orang yang menulis surat kepadanya, dan ia mencoba untuk menanggapi secara positif semua orang yang mengundang dia untuk berbicara.


Silahkan menikmati video cerita perjalanannya menemukan kebenaran (Islam)

Lebih lengkap tentang Idris Tawfiq dan berbagai aktivitasnya, silahkan kunjungi situs beliau: www.idristawfiq.com

Tidak ada komentar: