Surga Kristen

Berkunjung ke: Surga Kristen !

Banyak dari apa yang bisa disebut sebagai pembela Kristen selalu mencoba untuk mengatakan bahwa Kristen adalah agama yang tidak pernah memikat pemeluknya dengan kenikmatan surga erotis. Mereka mengklaim bahwa Surga adalah tempat yang dengan kekudusannya tidak memungkinkan adanya hal-hal yang bersifat 'kedagingan'. Hidup didalamnya sebagai mahluk rohani, tidak makan minum, tidak ada aktivitas seksual, tidak ada kebahagiaan penuh nafsu maupun aktivitas kedagingan lainnya.  

Benarkah klaim tersebut?
Hal tersebut tentu saja jauh dari kebenaran, suatu klaim konyol dari Kristen.
Marilah, kita periksa dengan benar fakta tentang Surga Kristen berdasarkan Bibel.

1.      Bibel menyatakan dengan jelas bahwa Surga adalah suatu tempat fisik. Demikian juga Yesus diangkat ke Surga secara lengkap dengan daging tubuhnya, tanpa menyisakan tubuh fisiknya, tubuh yang sama yang sebelumnya makan ikan goreng.
Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka (Lukas 42-43). Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga (Lukas 24:51).

2.     Orang-orang akan memiliki tubuh berdaging dan bertulang, tidak hanya ruh atau jiwa dan percaya akan dapat melihat Tuhan.
Tetapi aku tahu: Penebusku hidup dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah. yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu. (Ayub 19:25-27).

3.      Makan, makan roti atau dijamu di dalamnya.
Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar. Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: 'Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah. (Lukas 14:14-15).
Kata-Nya kepada mereka: 'Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita. Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah. (Lukas 22:15-16).

4.      Minum, minuman beralkohol di dalamnya.
Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku. (Matius 26:29).

5.      Makan dan minum semeja dengan Yesus.
Bahwa kamu akan makan dan minum semeja denganku di dalam kerajaan-ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. (Lukas 22:30).

6.      Pernyataan adanya umat Nabi sebelum Yesus yang juga makan minum.
Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga. (Matius 8:11).

7.      Pernyataan adanya balasan pahala 100 kali lipat.
Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. (Matius 19:29).

8.     Bahkan para pelacur akan masuk lebih dulu ke dalam Surga.
Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan para pelacur akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Truly I tell you, the tax collectors and the harlots will get into the kingdom of heaven before you. (Matius 21:31).

Bila poin 8 ini di kaitkan dengan poin 7, tidakkah ini berarti akan ada 100 pelacur yang disediakan untuk satu orang Kristen?



Dan kalau kita flashback ke belakang, bila ternyata Taman Eden adalah suatu tempat di Surga, maka telah sangat jelas bagaimana Adam dan Hawa hidup sebagai manusia normal; berdaging bertulang, makan, minum dan tentu saja aktifitas lainnya termasuk hubungan seks mereka.

Tidak hanya itu, bahkan menurut Bibel, Tuhan pun makan
di rumah Abraham bersama dua malaikat.
Kejadian (18:8): Kemudian diambilnya dadih dan susu serta anak lembu yang telah diolah itu, lalu dihidangkannya di depan orang-orang itu; dan ia berdiri di dekat mereka di bawah pohon itu, sedang mereka makan. 


Dan malaikat juga melakukan perkawinan, Kejadian (6:2): Maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.

Adapun pernyataan Yesus dalam Matius (22:29-30): Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah! Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga. Adalah hanya untuk menjawab pertanyaan beberapa orang Saduki yang bahkan berpendapat tidak ada kebangkitan (ayat 23). 

Bukan pula pernyataan tidak adanya perkawinan, aktivitas seksual bagi manusia di dalam Surga (seperti para malaikat), tetapi pernyataan bahwa pada waktu kebangkitan (sebelum masuk Surga) memang orang-orang di sibukkan, terfokus untuk menjalani proses pengadilan, penghakiman, seperti tertera dalam Matius (19:28): Kata Yesus kepada mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. 

Itulah beberapa fakta tentang Surga menurut Bibel. Bukan tempat kudus yang mengharuskan tidak adanya hal-hal yang bersifat 'kedagingan'. Tetapi sebagai tempat kudus dimana mahluk berjiwa raga, manusia seutuhnya, bisa makan minum, melampiaskan nafsu seksual dengan istri-suami bahkan dengan para pelacur. Suatu tempat sukacita untuk pelampiasan nafsu dan birahi.

Semoga Anda bersuka cita penuh harap mengidamkan Surga seperti itu. 

Bila tidak, maka saya berharap karena Anda telah mengerti dan menyadari bahwa Surga tersebut hanya khusus untuk orang Yahudi, untuk 12 suku keturunan dari manusia pilihan yaitu Yakub atau Israel (Yesaya 41:8-9). Hal ini dinyatakan dalam Matius (19:28): Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. 

Dan Paulus pun telah menyadari hal tersebut, karena itu ia mengajarkan bahwa bangsa lain (goyim) adalah seperti cabang liar (najis) yang di cangkokan kepada cabang-cabang yang kudus diantara 12 suku bangsa keturunan Yakub (Israel), dan tidak boleh menyamakan apalagi bermegah diri, harus selalu mendukung dan memuja bangsa kudus dan pilihan tersebut (Roma 11:16-31); menjadi robot, sebagai zombie yang kehilangan jiwa Goyim, atau sebagai Goyim yang berjiwa Yahudi, sebagai 'Israel Rohani' (Roma 2:28-29); untuk satu harapan: Mudah-mudahan bisa ikut masuk, menumpang ke dalam Surga yang sebenarnya khusus untuk 12 suku keturunan Israel ini. 

[Note: Ayat-ayat tersebut seringkali disalahgunakan oleh Kristen Zionis untuk mendukung apapun yang dilakukan oleh Yahudi Zionis (negara Israel). Biasanya ditambahkan dengan ayat lain, misalnya Kejadian (27:29): Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia].

Tetapi sayang, harapan masuk Surga untuk Goyim Kristen ini hanyalah harapan kosong. Ini karena Yesus tidak mengakui kerasulan Paulus. Bahkan beliau menyatakan bahwa Paulus adalah penyesat dan pendusta, rasul palsu, penganut ajaran Bileam (Wahyu 2:2;14).  

Jadi, di hari kebangkitan, pada waktu penciptaan kembali, orang-orang Kristen akan terlantar, tak akan ada yang menghakimi atau mengurusnya, karena tidak ada pintu maupun rasul ke-13, tetap tinggal di luar Surga; bahkan juga tidak bisa masuk ke dalam tembok kota Yerusalem Baru dari Kerajaan 1000 tahun (lihat: Matius 19:28; Wahyu 21:12-14)


^_^ Isha Merdeka

Berkunjung ke: Surga Kristen


Banyak dari apa yang bisa disebut sebagai pembela Kristen selalu mencoba untuk mengatakan bahwa Kristen adalah agama yang tidak pernah memikat pemeluknya dengan kenikmatan surga erotis. Mereka mengklaim bahwa Surga adalah tempat yang dengan kekudusannya tidak memungkinkan adanya hal-hal yang bersifat 'kedagingan'. Hidup didalamnya sebagai mahluk rohani, tidak makan minum, tidak ada aktivitas seksual, tidak ada kebahagiaan penuh nafsu maupun aktivitas kedagingan lainnya.  

Benarkah klaim tersebut?
Hal tersebut tentu saja jauh dari kebenaran, suatu klaim konyol dari Kristen.
Marilah, kita periksa dengan benar fakta tentang Surga Kristen berdasarkan Bibel.

1.      Bibel menyatakan dengan jelas bahwa Surga adalah suatu tempat fisik. Demikian juga Yesus diangkat ke Surga secara lengkap dengan daging tubuhnya, tanpa menyisakan tubuh fisiknya, tubuh yang sama yang sebelumnya makan ikan goreng.
Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka (Lukas 42-43). Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga (Lukas 24:51).

2.     Orang-orang akan memiliki tubuh berdaging dan bertulang, tidak hanya ruh atau jiwa dan percaya akan dapat melihat Tuhan.
Tetapi aku tahu: Penebusku hidup dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah. yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu. (Ayub 19:25-27).

3.      Makan, makan roti atau dijamu di dalamnya.
Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar. Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: 'Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah. (Lukas 14:14-15).
Kata-Nya kepada mereka: 'Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita. Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah. (Lukas 22:15-16).

4.      Minum, minuman beralkohol di dalamnya.
Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku. (Matius 26:29).

5.      Makan dan minum semeja dengan Yesus.
Bahwa kamu akan makan dan minum semeja denganku di dalam kerajaan-ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. (Lukas 22:30).

6.      Pernyataan adanya umat Nabi sebelum Yesus yang juga makan minum.
Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga. (Matius 8:11).

7.      Pernyataan adanya balasan pahala 100 kali lipat.
Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. (Matius 19:29).

8.     Bahkan para pelacur akan masuk lebih dulu ke dalam Surga.
Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan para pelacur akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Truly I tell you, the tax collectors and the harlots will get into the kingdom of heaven before you. (Matius 21:31).

Bila poin 8 ini di kaitkan dengan poin 7, tidakkah ini berarti akan ada 100 pelacur yang disediakan untuk satu orang Kristen?



Dan kalau kita flashback ke belakang, bila ternyata Taman Eden adalah suatu tempat di Surga, maka telah sangat jelas bagaimana Adam dan Hawa hidup sebagai manusia normal; berdaging bertulang, makan, minum dan tentu saja aktifitas lainnya termasuk hubungan seks mereka.

Tidak hanya itu, bahkan menurut Bibel, Tuhan pun makan
di rumah Abraham bersama dua malaikat.
Kejadian (18:8): Kemudian diambilnya dadih dan susu serta anak lembu yang telah diolah itu, lalu dihidangkannya di depan orang-orang itu; dan ia berdiri di dekat mereka di bawah pohon itu, sedang mereka makan. 


Dan malaikat juga melakukan perkawinan, Kejadian (6:2): Maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.

Adapun pernyataan Yesus dalam Matius (22:29-30): Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah! Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga. Adalah hanya untuk menjawab pertanyaan beberapa orang Saduki yang bahkan berpendapat tidak ada kebangkitan (ayat 23). 

Bukan pula pernyataan tidak adanya perkawinan, aktivitas seksual bagi manusia di dalam Surga (seperti para malaikat), tetapi pernyataan bahwa pada waktu kebangkitan (sebelum masuk Surga) memang orang-orang di sibukkan, terfokus untuk menjalani proses pengadilan, penghakiman, seperti tertera dalam Matius (19:28): Kata Yesus kepada mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. 

Itulah beberapa fakta tentang Surga menurut Bibel. Bukan tempat kudus yang mengharuskan tidak adanya hal-hal yang bersifat 'kedagingan'. Tetapi sebagai tempat kudus dimana mahluk berjiwa raga, manusia seutuhnya, bisa makan minum, melampiaskan nafsu seksual dengan istri-suami bahkan dengan para pelacur. Suatu tempat sukacita untuk pelampiasan nafsu dan birahi.

Semoga Anda bersuka cita penuh harap mengidamkan Surga seperti itu. 

Bila tidak, maka saya berharap karena Anda telah mengerti dan menyadari bahwa Surga tersebut hanya khusus untuk orang Yahudi, untuk 12 suku keturunan dari manusia pilihan yaitu Yakub atau Israel (Yesaya 41:8-9). Hal ini dinyatakan dalam Matius (19:28): Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. 

Dan Paulus pun telah menyadari hal tersebut, karena itu ia mengajarkan bahwa bangsa lain (goyim) adalah seperti cabang liar (najis) yang di cangkokan kepada cabang-cabang yang kudus diantara 12 suku bangsa keturunan Yakub (Israel), dan tidak boleh menyamakan apalagi bermegah diri, harus selalu mendukung dan memuja bangsa kudus dan pilihan tersebut (Roma 11:16-31); menjadi robot, sebagai zombie yang kehilangan jiwa Goyim, atau sebagai Goyim yang berjiwa Yahudi, sebagai 'Israel Rohani' (Roma 2:28-29); untuk satu harapan: Mudah-mudahan bisa ikut masuk, menumpang ke dalam Surga yang sebenarnya khusus untuk 12 suku keturunan Israel ini. 

[Note: Ayat-ayat tersebut seringkali disalahgunakan oleh Kristen Zionis untuk mendukung apapun yang dilakukan oleh Yahudi Zionis (negara Israel). Biasanya ditambahkan dengan ayat lain, misalnya Kejadian (27:29): Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia].

Tetapi sayang, harapan masuk Surga untuk Goyim Kristen ini hanyalah harapan kosong. Ini karena Yesus tidak mengakui kerasulan Paulus. Bahkan beliau menyatakan bahwa Paulus adalah penyesat dan pendusta, rasul palsu, penganut ajaran Bileam (Wahyu 2:2;14).  

Jadi, di hari kebangkitan, pada waktu penciptaan kembali, orang-orang Kristen akan terlantar, tak akan ada yang menghakimi atau mengurusnya, karena tidak ada pintu maupun rasul ke-13, tetap tinggal di luar Surga; bahkan juga tidak bisa masuk ke dalam tembok kota Yerusalem Baru dari Kerajaan 1000 tahun (lihat: Matius 19:28; Wahyu 21:12-14).


Mudahnya Iblis Mengelabui Orang Kristen!


Dalam Bibel diceritakan bahwa setelah puasa 40 hari, Yesus 'digendong' oleh Iblis ke gunung untuk dicobai.


Iblis menyuruh Yesus untuk bersembah sujud padanya, untuk menuhankan Iblis, dengan janji akan hidup makmur tujuh turunan.

Yesus menolak dan beliau berkata: 'Enyahlah Iblis! Sebab telah tertulis: Engkau harus menyembah ALLAH, elohimmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau harus beribadah!' (Matius 4:10).

Nah, belajar dari kegagalan itu, maka secara cerdik Iblis menemui Paulus dalam rupa Yesus (lihat: Kisah 22:8; 26:15). Maka jadilah Paulus sebagai murid terkasih Iblis. Ia pun mengarang bebas berdasarkan wahyu dari Iblis sehingga dengan seenaknya membatalkan hukum Taurat (lihat: Efesus 2:15; Kisah 21:21), yang sebenarnya sudah dibersihkan oleh Yesus dari berbagai 'ragi' Farisi & Saduki/ Herodes (lihat: Matius 16:12; Markus 8:15). 

Hebatnya, Iblis pun tahu apa yang disenangi oleh manusia, karena itu ia tetap mempertahankan 'ajaran kasih' (yang memang kasih tak sampai, sebuah utopia; lihat Matius 5:39-44), dan berbagai ajaran teologi kemakmuran karena Kerajaan Dunia memang telah diserahkan pada Iblis (Matius 4:8-9; Yohanes 12:31).

Singkat kata, jadilah kekristenan Paulin seperti saat ini, yaitu dengan segala kebebasan dan kemakmurannya karena berkat tuhan Iblis yang meminjam nama Yesus.

Nah, kalau Yesus saja pernah dicobai Iblis, Paulus menjadi murid Iblis, maka tidak heran bila pola Paulus, yaitu mengaku didatangi Yesus (yang sebenarnya samaran Iblis) terus berlangsung hingga saat ini.

Tidak heran bila kita sering mendengar atau membaca cerita 'kesaksian' orang yang mengaku didatangi Yesus, padahal tidak lain adalah Iblis yang menyamar agar orang tersebut lebih percaya padanya, untuk menguatkan kekristenannya, atau pun agar seseorang menuhankan Iblis yang menyamar tersebut.

Itulah tipu daya Iblis yang tidak disadari orang Kristen, bahkan dibanggakan, dipamerkan dalam berbagai cerita 'kesaksian'. Lebih dari itu, mereka juga menjadi tangan-tangan Iblis dengan membuat berbagai cerita palsu tentang 'kesaksian', untuk memperdaya manusia bodoh lainnya.

Dan jelas, bahwa tujuan terbesar dari Iblis yakni menjerumuskan manusia dari terang ke dalam kegelapan, mempengaruhi manusia untuk menyekutukan Allah; telah tercapai secara halus mulus dengan adanya sikap menuhankan Iblis (yang dikira sebagai Yesus).

Salut kepada Iblis yang telah berhasil menipu, memperdaya, mengelabui banyak manusia, bahkan mereka fanatik mengikuti ajarannya !!

> Bagaimana Cara Membuat tuhan !?
> Mengapa Orang Kristen Takut Sunat ?

Ref.: 1, 2, 3

Astronot Rusia: Makkah dan Madinah 'Tontonan Hati' di Ruang Angkasa


Astronot Rusia yang mengunjungi Prince Salman Science Oasis (PSSO) pekan ini mengatakan kepada para pelajar Saudi, bahwa mereka melihat pusat kota suci Mekah dan Madinah terlihat sangat bersinar indah - saat mereka mengambil gambar beberapa kota dari luar angkasa. 
"When you are in outer space, we take photos during the day for good visibility and shot, but at night it is difficult to take pictures because you have to use a special technique. In spite of this, I managed to take many pictures of various cities at night. I was amazed to find that the cities of Makkah and Madinah outshone other cities around the world," observed astronaut Anatoly Ivanishin during an interaction with the students.

Mecca at night from space

"Ketika berada di luar angkasa, kami mengambil foto-foto bumi sepanjang hari karena visibilitas yang baik dan kemudahan dalam memotret. Namun ketika malam hari, sangat sulit untuk mengambil gambar. Diperlukan teknik khusus dalam memainkan kamera agar bisa memperoleh gambar yang baik. Akhirnya saya berhasil mengambil banyak gambar dari berbagai kota di malam hari. Saya terkejut menemukan bahwa kota Makkah dan Madinah terlihat bersinar indah daripada kota-kota lain di seluruh dunia," kata astronot Anatoly Ivanishin. 

Ivanishin mengatakan bahwa kota-kota lain tidak terlihat cerah pada malam hari. Tetapi ketika dia memandang Makkah dan Madinah yang bersinar indah dari luar angkasa, menjadikan hal itu sebagai sebuah 'tontonan hati' yang belum pernah ia saksikan sebelumnya.



Mecca, the spiritual magnetic pole of the world - an aerial view
taken on Sunday, the 27th night of Ramadan 1431H by Sumayya Essack


A sensational at night view of Mecca in Saudi Arabia


Hundreds of thousands of Muslims circle the Kaaba inside & outside
the Grand Mosque during the last week of Ramadan in Mecca, Saudi Arabia



Mecca at Night during Haj. Saudi Arabia


Kaaba, Masjidil Harram at Night - Mecca Travel Guide


Para astronot datang sebagai bagian dari Association of Space Explorers (ASE) untuk memenuhi undangan Khalid Abdul Gader Taher, pengawas umum PSSO. Mereka adalah Andrey Borisenko, Alexander Samokutyaev, Anton Shkaplerov dan penerjemah mereka Boris Meshcherykov.


Russian astronauts with supervisor general Khalid Abdul Gader Taher,
the mayor of Madinah (center),
and young students at the Prince Salman Science Oasis (arabnews.com)

Melalui pusat ilmu pengetahuan dan kegiatan terkait, PSSO bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ilmu pengetahuan dan mempromosikan pengetahuan ilmiah dan aplikasi praktis dalam cara-cara yang menghormati keragaman budaya dan kebebasan.

Taher mengatakan, pengamatan astronot Rusia adalah inspirasi dari sudut pandang spiritual. Dia mengatakan hal itu tercermin dalam fakta bahwa di antara ribuan kota di bumi, cahaya terang yang ia lihat dari ruang angkasa berasal dari Makkah dan Madinah.

To me spiritually we understand that and we realize it. And I really wish and ask the Almighty Allah to help us that the light he saw up there as shiny for him will also be shiny for the rest of the world," said the official, who was a former mayor of Madinah.

"Bagi saya, secara spiritual kami mengerti dan menyadari hal itu. Saya sungguh berharap dan memohon kepada Allah SWT untuk membantu kami agar bisa menjadi terang bagi seluruh dunia, sebagaimana cahaya mengkilap yang terlihat oleh Ivanishin dari luar angkasa." kata pejabat, yang juga merupakan mantan walikota Madinah.


Dua Pastor Australia Terlibat "Perang Suci"


Dua orang Pastor terlibat dalam "perang suci" memperebutkan tempat parkir di komplek Dianella, Perth, Australian, tempat dimana mereka tinggal sebagai pensiunan yang di danai oleh Gereja Katolik.


Pastor Thomas Henry Byrne
Kejadian yang berlangsung hari Jum'at sore tersebut menyebabkan Pastor Thomas Joseph Smith Cameron (81) kehilangan teliganya, karena digigit hingga putus oleh Pastor Thomas Henry Byrne (80).

Sementara itu Pastor Thomas Henry Byrne terlihat mengalami luka memar menghitam di sebelah mata kanannya, saat ia muncul di pengadilan Magistrates Court East Perth, sebagai terdakwa.


Tempat "perang suci" berlangsung, Dianella, Perth, Australia
Menurut polisi, setelah "perang suci" mereda, Pastor Byrne menyuruh Pastor Smith untuk mengambil item di atas tanah, dimana ia baru menyadari telah kehilangan telinganya.

Pastor Smith segera membungkus telinganya dengan handuk dan melaju ke Dianella Medical Centre, di mana staf menelepon ambulans dan memberitahu polisi. Kemarin ia masih berada di Charles Gairdner Hospital setelah operasi untuk menyambung telinganya.

Hakim Greg Benn membebaskan Romo Byrne dengan jaminan dan persyaratan yang ketat, termasuk tidak boleh berada dalam jarak 10 meter dari Romo Smith, atau pun dilarang bertindak dengan cara kekerasan atau mengancam terhadap dirinya atau berusaha untuk berkomunikasi dengan dia. Ia dijadwalkan untuk menghadiri persidangan di Perth Magistrates Court pada 7 Desember. [hp/au/dm]. 

Hm... semoga sempat bertobat seperti Mike Tyson :)

Lafal Allah, dan Cristiano Ronaldo yang Berdarah-darah


Pemain Real Madrid Cristiano Ronaldo, tetap sukses mencetak gol (21'), walau mata kirinya berdarah-darah saat laga La Liga melawan Levante, Senin (12/11) dini hari WIB. 



CR7 terkena sikut pemain Levante, David Navarro di awal pertandingan. Matanya berdarah dan segera mendapat penanganan langsung dari tim medis. Hebatnya lagi, CR7 tetap bertanding tanpa digantikan pemain Madrid lainnya. Ronaldo sendiri harus menerima lima jahitan di pelipis mata kirinya.


Ronaldo yang berdarah-darah sesaat setelah kena sikut Navaro

Keunggulan El Real makin dikokohkan dengan sumbangan gol kedua Alvaro Morata di menit 84. Sebelumnya, pada menit ke-62, Levante sempat menyamakan kedudukan lewat gol dari Angel. Skor 2-1 tetap bertahan hingga akhir pertandingan.


Selain dari itu, ada hal sangat menarik yang terlihat di kepala Ronaldo, saat ia dalam penanganan medis.  

Pada kepala Ronaldo terlihat seperti tulisan bahasa Arab/ lafal "Allah" (الله).




Ini cuplikan videonya:




Subhanallah, 
There is no god but Allah
Tiada ilah yang benar untuk di sembah selain Allah !


> Cristiano Ronaldo Menolak . . .

I Love Allah, Adel Taarabt


Adel Taarabt menunjukkan Cintanya kepada Allah, setelah mencetak gol di menit ke 57.


Goool ! QPR 1-2 West Ham

Yes, I love Allah

Ia pun melakukan sujud syukur


Gol dari Adel Taarabt terjadi di babak kedua, setelah manajer Mark Hughes coba membuat timnya bermain lebih ofensif setelah ketinggalan 0-2 dibabak pertama, dengan memasukkan Adel Tarabt dan Samba Diakite untuk menggantikan Park Ji Sung dan Shaun Wright Phillips.

Hasilnya mujarab. Memasuki menit 57, aksi Adel Taarabt dari sisi kiri diakhiri dengan sebuah tendangan melengkung ke tiang jauh tak bisa dihalau Jaaskelainen ... 1-2!

Sayang, gol dari Adel Taarabt masih tak bisa menyelamatkan QPR dari kekalahan dalam lanjutan pertandingan Liga Inggris antara Queens Park Rangers vs West Ham United di Loftus Road, Selasa (2/10/2012) dini hari WIB, dengan skor 1-2. Dua gol tim tamu dicetak oleh Matt Jarvis dan Ricardo Vaz Te di menit 3' dan 35' babak pertama.


Dengan Cinta, Iman pun Terasa Indah


Segala puji bagi Allāh. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Shallallāhu 'alaihi wa sallam. Amma ba'du. Sahabat seakidah, para pemuda muslim yang dirahmati Allāh. Orang bilang, cinta adalah segalanya. Demi cinta, orang pun rela menyeberangi lautan, menaiki gunung, menuruni lembah, dan mengorbankan harta benda untuk kekasihnya. Apakah rasa cinta juga punya kaitan dengan agama kita? 

Kedudukan Cinta 

Syaikh Shalih al-Fauzan berkata, "Kecintaan merupakan pokok agama Islam yang menjadi poros segala ajaran agama. Dengan kesempurnaan cinta maka sempurnalah agama Islam, dan dengan berkurangnya cinta maka berkuranglah tauhid seorang insan. Yang dimaksud dengan cinta di sini adalah kecintaaan penghambaan yang mengandung perendahan diri dan ketundukan serta ketaatan secara mutlak dan lebih mendahulukan sosok yang dicintai dari segala sesuatu selain-Nya. Kecintaan semacam ini murni untuk Allāh, tidak boleh dipersekutukan dengan-Nya dalam hal ini sesuatu apapun." (lihat al-Irsyad ila Shahih al-I'tiqad, hal. 84).

Dengan kecintaan semacam itulah seorang hamba akan bisa merasakan manisnya iman. Dari Anas bin Malik radhiyallahu'anhu, Rasulullah Sallallāhu 'alaihi wa sallam bersabda: 
"Ada tiga perkara; barangsiapa yang ketiga hal itu ada pada dirinya niscaya dia akan merasakan manisnya iman. Orang yang menjadikan Allāh dan Rasul-Nya lebih dicintainya daripada selain keduanya. Dia mencintai seseorang semata-mata karena kecintaannya kepada Allāh. Dia tidak suka kembali kepada kekafiran setelah Allāh selamatkan dia darinya, sebagaimana dia tidak suka dilemparkan ke dalam kobaran api." (HR. Bukhari no. 16 dan Muslim no. 43).

Imam an-Nawawi rahimahullāh berkata, "Para ulama -semoga Allāh merahmati mereka- mengatakan bahwa makna manisnya iman adalah kelezatan di saat melakukan ketaatan dan sanggup menanggung berbagai kesulitan demi menggapai keridhaan Allāh 'azza wa jalla dan Rasul-Nya Sallallāhu'alaihi wa sallam serta lebih mengutamakan itu di atas kesenangan dunia…" (lihat Syarh Muslim [2/96]).

Syaikh as-Sa'di rahimahullāh berkata, "…Tauhid tidak akan sempurna sampai rasa cinta seorang hamba kepada Rabbnya menjadi sempurna, dan kecintaan kepada-Nya harus lebih diutamakan daripada segala sesuatu yang dicintai. Sehingga rasa cintanya kepada Allāh mengalahkan rasa cintanya kepada selain-Nya dan menjadi penentu atasnya, yang membuat segala perkara yang dicintainya harus tunduk dan mengikuti kecintaan ini yang dengannya seorang hamba akan bisa menggapai kebahagiaan dan kemenangannya." (lihat al-Qaul as-Sadid Fi Maqashid at-Tauhid, hal. 95).

Antara Ibadah dan Kecintaan

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullāh mengatakan, "Ibadah dibangun di atas dua perkara; cinta dan pengagungan. Dengan rasa cinta maka seorang akan berjuang menggapai keridhaan sesembahannya (Allāh). Dengan pengagungan maka seorang akan menjauhi dari terjerumus dalam kedurhakaan kepada-Nya. Karena kamu mengagungkan-Nya maka kamu pun merasa takut kepada-Nya. Dan karena kamu mencintai-Nya, maka kamu pun berharap dan mencari keridhaan-Nya." (Lihat asy-Syarh al-Mumti' 'ala Zaad al-Mustaqni' [1/9] cet. Mu'assasah Aasam).

Bagaimana Mencintai Allāh?

Syaikh Dr. Muhammad bin Khalifah at-Tamimi hafizhahullah berkata, "Sesungguhnya rasa cinta kepada sesuatu adalah cabang pengenalan terhadapnya. Manusia yang paling mengenal Allāh adalah orang yang paling mencintai-Nya. Setiap orang yang mengenal Allāh pasti akan mencintai-Nya. Tidak ada jalan untuk menggapai ma'rifat ini kecuali melalui pintu ilmu nama-nama Allāh dan sifat-sifat-Nya. Tidak akan kokoh ma'rifat seorang hamba terhadap Allāh kecuali dengan berupaya mengenali nama-nama dan sifat-sifat-Nya yang disebutkan di dalam al-Qur'an maupun as-Sunnah…" (lihat Mu'taqad Ahlis Sunnah wal Jama'ah fi Tauhid al-Asma' wa as-Shifat, hal. 16).

Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullāh berkata, "Kecintaan kepada Allāh ta'ālā itu semestinya membuahkan kecintaan terhadap ketaatan kepada-Nya. Karena Allāh mencintai hamba-Nya yang taat kepada-Nya. Sementara seorang yang mencintai -kekasihnya- niscaya dia juga akan mencintai apa saja yang dicintai oleh kekasihnya, itu sudah pasti." (lihat Fath al-Majid, hal. 326).

Kelezatan dan Cinta

Ibnul Qoyyim rahimahullāh berkata, "Kelezatan mengikuti rasa cinta. Ia akan menguat mengikuti menguatnya cinta dan melemah pula seiring dengan melemahnya cinta. Setiap kali keinginan terhadap al-mahbub (sosok yang dicintai) serta kerinduan kepadanya menguat maka semakin sempurna pula kelezatan yang akan dirasakan tatkala sampai kepada tujuannya tersebut.

Sementara rasa cinta dan kerinduan itu sangat tergantung kepada ma'rifah/pengenalan dan ilmu tentang sosok yang dicintai. Setiap kali ilmu yang dimiliki tentangnya bertambah sempurna maka niscaya kecintaan kepadanya pun semakin sempurna. Apabila kenikmatan yang sempurna di akherat serta kelezatan yang sempurna berporos kepada ilmu dan kecintaan, maka itu artinya barangsiapa yang lebih dalam pengenalannya dalam beriman kepada Allāh, nama-nama, sifat-sifat-Nya serta -betul-betul meyakini- agama-Nya, niscaya kelezatan yang akan dia rasakan tatkala berjumpa, bercengkerama, memandang wajah-Nya dan mendengar ucapan-ucapan-Nya juga semakin sempurna.

Adapun segala kelezatan, kenikmatan, kegembiraan, dan kesenangan -duniawi yang dirasakan oleh manusia- apabila dibandingkan dengan itu semua laksana setetes air di tengah-tengah samudera. Oleh sebab itu, bagaimana mungkin orang yang berakal lebih mengutamakan kelezatan yang amat sedikit dan sebentar bahkan tercampur dengan berbagai rasa sakit di atas kelezatan yang maha agung, terus-menerus dan abadi?

Kesempurnaan seorang hamba sangat tergantung pada dua buah kekuatan ini; kekuatan ilmu dan rasa cinta. Ilmu yang paling utama adalah ilmu tentang Allāh, sedangkan kecintaan yang paling tinggi adalah kecintaan kepada-Nya. Sementara itu kelezatan yang paling sempurna akan bisa digapai berbanding lurus dengan dua hal ini, Allāhul musta'aan. (lihat al-Fawa'id, hal. 52 cet. Dar al-'Aqidah).

Tanda Kecintaan

Rabi' bin Anas rahimahullāh menyebutkan sebuah ungkapan dari sebagian sahabatnya, "Tanda cinta kepada Allāh adalah banyak berdzikir/mengingat kepada-Nya. Sebab sesungguhnya tidaklah kamu mencintai sesuatu melainkan kamu pasti akan banyak-banyak menyebutnya." (lihat Jami'al-'Ulum wa al-Hikam, hal. 559).

Allāh ta'ālā berfirman (yang artinya), "Orang-orang yang beriman dan hati mereka merasa tentram dengan mengingat Allāh, ketahuilah bahwa hanya dengan mengingat Allāh maka hati akan merasa tentram." (QS. ar-Ra'd: 28).

Allāh ta'ālā berfirman (yang artinya), "Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kepada Allāh dengan sebanyak-banyaknya…" (QS. al-Ahzab: 41).

Allāh ta'ālā berfirman (yang artinya), "Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allāh." (QS. al-Munafiqun: 9).

Allāh ta'ālā berfirman (yang artinya), "Ingatlah kalian kepada-Ku niscaya Aku pun akan mengingat kalian." (QS. al-Baqarah: 152).

Allāh ta'ālā berfirman (yang artinya), "Katakanlah -hai Muhammad, kepada umatmu; Apabila kalian benar-benar mencintai Allāh maka ikutilah aku, niscaya Allāh akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian." (QS. Ali 'Imran: 31).

Dari ayat yang mulia ini kita dapat mengetahui bahwa barangsiapa yang mengikuti Rasul, itu menunjukkan bahwa pengakuan cintanya kepada Allāh adalah jujur. Sebaliknya, orang yang tidak mengikuti Rasul, maka itu menunjukkan bahwa dia tidak termasuk golongan orang yang benar-benar mencintai Allāh ta'ālā (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 128).

Wallāhul muwaffiq.

Oleh Ustadz Abu Mushlih Ari Wahyudi
Dari pemudamuslim.com melalui faisalchoir

The Last Supper: Yesus adalah Yudas


Kisah dibalik lukisan The Last Supper karya Leonardo Da Vinci, belum banyak diketahui oleh kita. Ternyata, lukisan yang menggambarkan 12 rasul/ murid-murid Yesus dan Yesus sendiri itu dibuat selama 7 tahun, yang dilukis berdasarkan model dari orang yang hidup pada saat lukisan itu dibuat.

Dan ...
Ada hal yang sangat menggemparkan, perlu kita renungkan karena ternyata:
'Yesus' adalah 'Yudas' dan 'Yudas adalah 'Yesus' 
Wow !!



Begini ceritanya ...

Dalam melukis gambar Yesus, Da Vinci memilih satu dari ratusan anak muda untuk mencari pola wajah dan kepribadian yang cocok, 'tidak terlalu tercemar oleh dosa.'

Setelah berminggu-minggu, seorang anak muda berusia 19 tahun terpilih menjadi model dari diri Yesus Kristus yang akan ia lukis. Selama enam bulan, Da Vinci melukis karakter ini dengan serius. Dan selama enam tahun, ia terus larut dalam pekerjaan tersebut. Satu demi satu, dia mencari tokoh-tokoh yang tepat untuk dilukis sebagai rasul/ murid-murid Yesus.

Akhirnya, tinggal tokoh Yudas Iskariot yang belum ia lukis dalam karyanya yang sangat terkenal tersebut. Yudas Iskariot, menurut Bibel dikenal sebagai murid yang mengkhianati Yesus dengan imbalan 30 keping perak atau nilainya setara dengan US$16,95.

Selama berminggu-minggu pula, Da Vinci mencari orang berwajah keras, bertampang penipu dan suka mengkhianati teman sendiri. Dia menemukan sesosok pria di penjara bawah tanah di Roma. Orang tersebut dijatuhi hukuman mati sebagai seorang penjahat dan pembunuh.

Ketika Da Vinci melihatnya dalam kegelapan bawah tanah, dia melihat pria yang tak terurus, berewokan dan rambutnya yang tidak disisir menutupi raut mukanya. Seraut wajah yang melukiskan sifat yang sangat kejam dan bejat. Inilah sosok yang dapat mewakili karakter Yudas dalam lukisan, pikir Da Vinci. Atas seizin raja, tahanan ini dibawa ke Milan untuk dilukis.

Selama enam bulan, tahanan ini duduk di hadapan Da Vinci. 
Saat menyelesaikan sapuannya yang terakhir, Da Vinci berkata kepada pengawal, 'Saya sudah selesai, bawalah tahanan ini keluar.'

Saat itu, si tahanan mendadak melepaskan diri dari pengawasan si pengawal dan berlari menuju ke Da Vinci seraya menangis, 'Oh, Da Vinci, pandanglah saya! Apakah anda tidak tahu siapa diri saya sebenarnya?'

Dengan mata tertatih, Da Vinci mengamati wajah si tahanan. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya, 'Tidak, saya tidak pernah melihat anda sebelumnya hingga anda diizinkan ke luar dari penjara bawah tanah Roma.'

Sambil menengadahkan wajah ke atas, tahanan itu menangis dan berdoa: 
'Ya Tuhan, apakah saya sudah terjatuh begitu dalamnya?'

Lalu dia kembali memandang Da Vinci sambil menangis berkata: 
'Da Vinci, saya adalah anak muda yang pernah anda lukis 7 tahun yang lalu sebagai Yesus!'

Ohh… Da Vinci !!

Apakah kejadian ini sebagai pertanda kebenaran Al-Qur'an bahwa Yesus tidak disalib, tetapi digantikan dengan seseorang yang serupa dengan Yesus?

Dan, juga sebagai pertanda kebenaran berbagai pendapat dari Muslim maupun Injil Apokrif bahwa Yudas menggantikan posisi Yesus dalam penyaliban?

Maybe Yes!
Wallahu a'lam.