Gereja Bethany dilanda Prahara


Skandal pendeta Gereja Bethany Nginden Surabaya memasuki babak baru. Setelah Pendeta Abraham Alex Tanuseputra selaku Ketua Umum Majelis Sinode Gereja Bethany Indonesia (GBI), tak bersedia membeber keuangan gereja, justru kasus lainnya terbongkar. Jumat (26/4) kemarin, penyidik Polda Jatim resmi menetapkan Pendeta Yusak Hadisiswantoro sebagai tersangka. Ini terkait kasus dugaan pemalsuan dokumen dalam pengalihan sertifikat hak milik (SHM) Gereja Bethany dan memberikan keterangan palsu, sesuai pasal 263 dan 266 KUHP. Pendeta Yusak yang kini menjadi pengurus Gereja Bethany di Jl. Tenaga Baru IV/6 Kawi Malang, ini merupakan menantu Pendeta Abraham Alex.


Pendeta Yusak diduga mengalihkan aset-aset Gereja Bethany menjadi atas nama aset pribadi senilai Rp 50 miliar. Pdt Yusak yang tinggal di Manyar Rejo Surabaya itu diduga telah memalsukan beberapa dokumen untuk merubah sertifikat gereja Bethany Indonesia di Malang menjadi miliknya.

"SHM (Sertifikat Hak Milik)yang sebelumnya berstatus milik jemaat Gereja Bethany Malang itu diubah menjadi milik tersangka YH (Yusak Hadisiswantoro, red) pada tahun 2008," ujar Kasubbid Penmas Polda Jatim AKBP Suhartoyo didampingi Kasubdit III Hardabangtah Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Hadi Utomo di Mapolda Jatim, Jumat (26/4).


Kasus pengalihan aset Gereja Bethany ini dilaporkan oleh jemaat Gereja Bethany pada 4 Maret 2013 dan langsung dilakukan pemeriksaan. Laporan jemaat itu bernomor: LPB/217/III/UM/UM/Jatim. Selanjutnya, perkara ini ditangani Subdit Hardabangtah Ditreskrimum Polda Jatim.


"Dalam perkara ini sudah ada 8 orang saksi yang kita periksa. termasuk YH yang sebelumnya diperiksa sebagai saksi. Sekarang kita tetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara," terang AKBP Hadi Utomo.


Tak hanya menetapkan tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti (BB). Diantaranya, foto kopi sertifikat yang diduga palsu, surat dukungan pengalihan sertifikat, dan surat-surat lain yang diduga dipalsukan tersangka untuk mengubah SHM Gereja Bethany menjadi miliknya. "Tersangka ini sebelumnya merupakan pengurus dan pendeta di Gereja Surabaya. Kemudian, ia berpindah menjadi pendeta di Gereja Bethany di Malang," lanjut Hadi Utomo.


Perwira dengan dua melati di pundak ini menambahkan, tanah yang ditempati Gereja Bethany di Kelurahan/Kecamatan Blimbing, Kota Malang yang suratnya dipindahnamakan itu luasnya 1.767 meter persegi. Bahkan, menurut pelapor yang dipindahnamakan bukan hanya itu saja. Tapi, ada beberapa aset Gereja Bethany Malang lainnya yang juga diubah menjadi atas nama Pendeta Yusak.


Sementara itu, M Arifin, Kuasa Hukum jemaat Gereja Bethany Malang, menyebutkan, kasus dugaan penggelapan aset Gereja Bethany ini, bermula pada 26 Oktober 2007 yang lalu. Saat itu, Pdt Yusak Hadisiswantoro menerima surat kuasa untuk mengelola aset Gereja Bethany di Malang dari mertuanya yakni Pdt Abraham Alex Tanuseputra, selaku Ketua Umum Majelis Sinode Gereja Bethany Indonesia, berdasarkan surat kuasa No. 16/UM/MPS/GB/07.


"Seharusnya aset gereja tidak bisa dialihkan menjadi aset pribadi tanpa sepengetahuan atau izin tertulis dari Majelis Pekerja Sinode (MPS) sebagaimana diatur dalam AD/ART Gereja Bethany. Namun, tersangka ini membuat surat dan keterangan palsu untuk mengalihkan aset gereja menjadi aset pribadi," paparnya.


"Pengalihan aset gereja menjadi aset pribadi itu terjadi sekitar lima tahun lalu. Diantaranya, sertifikat nomor 1770 untuk tanah di Kelurahan/ Kecamatan Blimbing, Malang, seluas 1767 meter persegi serta ada lima bidang tanah dan beberapa bangunan aset gereja," pungkasnya.


Menurut dia, secara hukum aset berupa tanah dan bangunan Gereja Bethany di Jl Tenaga Baru IV/6 Malang, yang telah diubah menjadi milik tersangka ditaksir senilai Rp 50 miliar. Adapun total dari enam sertifikat tanah dan bangunan itu sendiri diperkirakan bernilai Rp 1,5 Triliun. [SP|MP].


Dari beberapa penelusuran, Gereja Bethany di Jl Tenaga Baru IV/6 Malang, pun telah berubah nama dan bahkan memisahkan diri dari Sinode Gereja Bethany Indonesia menjadi Gereja YHS Malang dibawah Sinode Gereja Yesus Hidup Sejati sejak 13 Agustus 2012 yang berpusat di Gereja YHS Surabaya di Jl. Manyar Rejo I/27. Sinode dari beberapa gereja yang berteologi kemakmuran "Yakin Hidup Sukses Ministry" ini di komando oleh Pendeta/ Pastor Yusak Hadisiswantoro, istrinya Ps. Hanna Asti Tanuseputra dan ketiga anaknya, yaitu Ps. Billy Zakharian, Sandra Angelia (Miss Indonesia 2008) dan Ps. Garry Jordan.



Adapun Pdt Abraham Alex Tanuseputra dan Pdt David Aswin Tanuseputra, ayah dan anak yang sekarang tinggal di kerajaan Abraham Alex Tanuseputra, di perumahan belakang Gereja Bethany Indonesia, Jl. Nginden Intan Timur, Surabaya, sebelumnya telah disomasi oleh advokat George Handiwiyanto yang bertindak mewakili beberapa pendiri Gereja Bethany Indonesia selain Pdt Abraham Alex, yaitu Pdt Leonard Limanto, Pdt Gunawan Sutjiutomo, Pdt Hanna Asti Tanuseputra (anak Pdt Abraham).

Somasi terhadap Pdt Abraham Alex Tanuseputra, selaku Ketua Umum Majelis Pekerja Sinode Periode 2003-2007, bertanggal 16 Januari 2013 dengan nomor: 1508/Somasi/A/I/2013, dan somasi kepada Pdt David Aswin Tanuseputra, bertanggal 16 Januari 2003, dengan nomor: 1509/Somasi/A/I/2013, diajukan agar keduanya segera mempertanggungjawabkan kegiatan gereja, keuangan, inventaris dan aset. Pdt Abraham Alex, selaku Ketua Umum Majelis Pekerja Sinode Periode 2003-2007, juga diminta untuk memberikan laporan pertanggungjawaban pengelolaan Gereja Bethany selama periode tersebut.


Ada sinyalemen penyalahgunaan dana persepuluhan dan sumbangan jemaat yang terkumpul sampai Rp 4,7 Triliun. Berita di harian Surabaya Pagi, tanggal 16 Februari 2013 pun memuat berita berjudul "Pdt Abraham Alex Dilaporkan Gelapkan Dana Rp 4,7 T"


Selanjutnya tanggal 17 Februari, dua advokat George dan Richard yang menjadi kuasa pendiri Gereja Bethany Indonesia, menyusun bukti-bukti pendukung untuk laporan penggelapan dan pencucian uang oleh Pdt Abraham Alex Tanuseputra dan anaknya yakni Pdt David Aswin Tanuseputra.

Modus operandi pencucian uang oleh Alex dan Aswin yang telah kami kumpulkan ada beberapa cara, tegas George, usai berdiskusi dengan beberapa profesor hukum dari Unair dan Jember. Modus pertama, menempatkan uang jemaat (placement) ke dalam sistem keuangan seperti deposito, mobil mewah, tanah, rumah dan barang antik. Bisnis barang antik dipusatkan di Bali dan dikelola oleh Aswin. Makanya setahun ini, Aswin lebih sering di Bali bersama seorang kepercayaannya, ungkap George.


Pembelian mobil, jelasnya, Alex membeli dua mobil Roll Roice Phantom masing-masing seharga Rp 25 miliar. Rolls Roice Phantom yang dimilki Alex, di Indonesia hanya ada dua. Yang lain dimiliki oleh Hary Tanoesoedibjo, pemilik MNC TV. Disamping itu juga membeli mobil Rolls Roice tipe dibawahnya (Silver) dari Andry, AJBS sebesar Rp 5 miliar. Di kerajaannya, juga berjejer berjenis merek Harley Davidson dengan harga persatunya minimal Rp 500 juta. Jumlahnya ada 50 buah. Mobil lain yang dikoleksi Pdt Abraham Alex ada merek Jaguar, Bentley, Land Cruise, Ferrary, Lanborghini, Aston Martin, dan Mercedes tipe baru. Semuanya ada nomor polisinya. Saya sampai bingung, kapan makainya. Apalagi Pdt Alex sudah tua… apa ini bukan bagian dari pencurian uang, kata seorang penggemar mobil mewah yang pernah melihat koleksi Pdt Alex di rumahnya.
 
Menurut George, dari beberapa pengurus Gereja yang dihubungi menginformasikan Pdt Alex juga melakukan lavering atau heavy soaping. Dalam modus ini, ada indikasi memindahkan uang dari satu bank ke bank lain di Indonesia dan luar negeri. Terhadap kasus ini, George, sudah mengirim surat ke PPATK. Karena kebetulan, ia memiliki kenalan yang bertugas di PPATK.

Selain itu, Pdt Alex juga memiliki beberapa perseroan terbatas yang memutarkan dana jemaat. Diantara PT Helmon, yang pengurusnya hanya dua orang yaitu Pdt Abraham Alex Tanuseputra dan Pdt David Aswin Tanuseputra. PT Helmon melakukan ikatan jual beli tanah seluas 6.000 m2 milik Pemkot yang digunakan Stikosa AWS seharga Rp 6 miliar lebih.


Dokumen lain yang dikantongi advokat George adalah dana jemaat digunakan untuk investasi real estate, barang mewah dan perusahaan-perusahaan. Diantaranya lahan di perumahan Citraland, Bali dan Malang. Diantara lahan itu ada yang dihibahkan dan dikuasakan Pdt Abraham Alex kepada Pdt Yusak.


George menyatakan bahwa ancaman terhadap pelaku tindak pidana pencucian uang maksimal 20 tahun dan denda Rp 10 miliar. Selain laporan pidana, ia juga membentuk komite penyelamat Gereja Bethany dan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Surabaya atas seorang notaris yang digunakan Pdt Abraham Alex untuk melakukan perubahan Akte Pendirian dengan melanggar hukum. Makanya Akte perubahan yang dibuat Akte, tidak diakui kementerian Agama. Jadi sampai kini badan hukum yang sah menurut hukum diakui pemerintah adalah Akte Pendirian yang menyebut Pdt Leonard Limanto adalah pendiri bersama anak Pdt Abraham Alex yang bernama Pdt Hanna Asti Tanuseputra.

Tentang organisatoris Gereja Bethany, tambah Richard, dengan tidak diakuinya Akte Perubahan oleh Kementerian Agama, maka badan-badan yang dibentuk Pdt Abraham Alex, juga tidak sah.
Ada kecenderungan Pdt Abraham Alex ingin dikultuskan. Masak pendeta menunjuk dirinya Dewan Rasul dan punya hak veto mutlak, Richard mempertanyakan. [SP].

Dari tulisan terbaru di Surabaya Pagi, Pdt Abraham Alex diketahui menolak mempertanggungjawabkan masa pelayanan 2003-2007, dan kini perselisihan tersebut akan dibawa ke Komisi Informasi Publik (KIP). Terutama soal keuangan gereja selama periode itu. Pihak Pendeta Leonard melakukan langkah ini demi keterbukaan informasi dan kepentingan jemaat Bethany.


"Jemaat itu publik loh, sedang Gereja Bethany merupakan badan publik. Mereka (jemaat Gereja Bethany, red) berhak tahu masalah pelayanan gereja. Termasuk masalah keuangan. Ini sesuai Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008," kata kuasa hukum Pdt Leonard, advokat Zamroni, SH, MH dan Eko Yanuar Putra, SH, MH dihubungi Minggu (7/4) kemarin.


UU No 14 Tahun 2008 merupakan UU yang mengatur tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Dalam UU ini disebutkan, setiap badan publik yang mendapat sumbangan dari masyarakat mempunyai kewajiban untuk membuka akses atas informasi publik untuk masyarakat luas.


Zamroni mengatakan berangkat dari sebuah dasar bahwa sebuah Gereja itu merupakan lembaga publik yang mendapatkan dana dari masayarakat. Gereja seharusnya bersedia bersikap transparan terhadap publik, atau setidaknya pada jemaatnya. Termasuk bersedia memberikan laporan keuangan kepada publik secara valid dan akuntable.


Gereja Bethany Terkini (Butuh Juru Selamat!) 
Merdeka dalam Kristus vs. Merdeka dalam Yesus 


28 komentar:

Anonim mengatakan...

Sayang sekali, yg seharusnya Kerajaan ALLAH, malah di ubah menjadi kerajaan Yusak...
YHS----> Yusak Hadi Siswantoro,
YHS----> Yakin Hidup Sukses,
YHS----> Yesus Hidup Sejati...
Ajaran kasih koq berubah jd ajaran sengketa???
Kejahatan yg mengatas namakan Tuhan???
Siapa menabur angin, akan menuai badai!

Anonim mengatakan...

Baru tau nich :p

Anonim mengatakan...

baru tau ye hehehehe

Anonim mengatakan...

Hehehe... Nyadar woii.. Jemaat nya tiap hari di pertontonkan komersialisasi agama.. Masa uang kolekte bisa gesek pake mesin credit card??!! Parah!!! Ayo, para jemaat Bethany, bulan agama nya yg salah tp oknum nya.. Maka tinggalkan lah gereja anda.. Masih byk gereja lain yg benar ajaran nya!

Terbit Pandia mengatakan...

Sangat banyak skrng org membentuk gereja2 "swasta" spt ini..yg membentuk Dinasti didalamnya..dgn modus membuat bapak,ibu,anak2nya jd Gembala, Pdt dan Ps di gereja2 "swasta" tsb dgn tujuan mengumpulkan uang sebanyak banyaknya tp dgn laporan keuangan yg sangat tertutup dan haram untuk diketahui jemaatnya...mrk membangun bisnis spt sekolah, rumah sakit tp bukan milik jemaat tp milik pribadi...inilah yg dikatakan yesus guru2 palsu yg menyesatkan dan menggunakan firman Tuhan untuk mencari kekayaan bagi keturunannya.

Anonim mengatakan...

Ada kerancuan dalam memahami sistem organisasi Gereja Bethany dalam perbandingan dengan sistem organisasi gereja-gereja presbyterian. Gereja Bethany adalah gereja yang sistem organisasinya congregational, dimana pendeta menjadi pemimpin jemaat sedangkan majelis jemaat tunduk kepada pendeta. Segala urusan gereja, termasuk keuangan dipegang sendiri oleh pendeta. Dengan pemahaman itu, Pendeta Abraham Alex tidak bisa disalahkan jika beliau tidak bersedia terbuka kepada majelis jemaat dan jemaat pada umumnya mengenai keuangan gereja. Tuhan Yesus sudah melihat bahaya uang dengan firmanNya bahwa uang adalah Mamon. Sekarang dengan masalah keuangan yang dihadapi oleh jemaat dan Majelis Jemaat Gereja Bethany pilihannya hanya dua, pertama tetap menjadi jemaat Gereja Bethany dan lupakan saja soal pertanggungjawaban keuangan gereja, atau kedua pindah bergereja di gereja yang sistem organisasinya presbyterian, dimana akuntabilitas keuangan gereja dipegang oleh Majelis Jemaat sedangkan pendeta digaji oleh Majelis Jemaat. Silakan.

hesty lestari mengatakan...

oh,,ternyata bgt ya??sngt disyangkn.

joni mengatakan...

Siapa sich yang gak hilaf dengan uang banyak... yaaa... beginilah kalo suatu organisasi nyampur dengan nepotisme... dan harus kita pahami.. kan ajarannya sudah jelas... teologi kemakmuran.. ya wajar saja
!

Anonim mengatakan...

wakil tuhan kelakuannya....

Anonim mengatakan...

rajam, tidak pantas jadi pendeta.

Anonim mengatakan...

kasihan ya jemaatnya, sudahlah pindah ke gereja yang presbiterian dari pada ke gereja yg kelihatan wah dlm beribadah, tetapi persembahan disalah gunakan

Anonim mengatakan...

sedari pertama gereja ini berdiri sy sdah yakin tujuannya adalah MAMON. Semua pengikut dibuat sangat fanatik thdp gembala dn keluarganx n sama sekali meninggalkan logika yg jg merupakan karunia Tuhan. Apapun yg dikatakan gembala dianggap sbg suara Tuhan. Kecenderungan yg persis sama terjadi pd pengikut Yesaya Pariaji, mereka itu sami mawon, tinggal tggu waktunya.

Anonim mengatakan...

Kalo gereja hanya kedok untuk berbisnis, ya demikian hasilnya. Nama Tuhan digunakan untuk cari uang bukan cari jiwa, Firman Tuhan sudah jelas, Tuhan tidak akan membiarkan diriNya dipermainkan. YESUS panjang sabar, tapi Dia jg bisa marah. Sekarang kan banyak sekali org kalo ke gereja hanya karena kewajiban dan hanya spy diliat org klo dia gereja, hanya formalitas aj, ya itulah hasilnya, akhirnya dimanfaatkan org utk mendapatkan keuntungan.

Anonim mengatakan...

aje gileee

ajibbbbbb bgt nih org...

bisa ngibuli ribuan orang demi kekayaan pribadi dengan mengatas namakan TUHAN..

astaghfirulah..-_-

dan lucunya bnyak bgt yg dpt dikibuli

bayangin aja umatnya kerja keras, 10% nya dimasukin ke kantongnya si YUSAK ataupun ALEX ..wedew..kalo sy mah enak sy berikan ke panti asuhan/panti jompo yg jauh membutuhkan...

ini YHS penghasilannnya sama YKS (YUK KEEP SMILE) mah gedean YHS kalo gitu ..wkwkwk


SALAM DAMAI, HALELUYA PUJI TUHAN

Anonim mengatakan...

Kalian kira gereja tu mall, kolekte ko pake cdm.
Hamba Tuhan, jadi rakus kaya ba*i kalo liat uang. Ingat, itu uang jemaat dan punya Tuhan.
Ya ampun, kenapa bodoh sekali jatuh dalam hal gini, ga bersyukur sama berkat Tuhan.
Memalukan Tuhan di Indonesia dan membuat malu org kristen di indonesia.
Dasar pdt pintar..tapi salah tempat.
Kasih tempat sama tante lusi aja nih..
ayat utk ybs "Aku tidak mngnal engkau, ENYAHLAH dari hadapanKu..!!!!"

Anonim mengatakan...

duit akan menuntun anda ke neraka, beginikah cara kita membina iman kita?? akhirnya iblispun tersenyum, selamat anda lulus masuk anggota iblis... Yakin Hidup Sukses?? No yang ada Yakin Hidup Sengsara...

Anonim mengatakan...

Ya begitulah kalau seorang pimpinan agama yang masih memikirkan hal2 duniawi..masih memikirkan untuk mengumpulkan harta guna menyambung hidupnya sendiri dan keluarga yg dimilikinya..saya sangat prihatin terhadap permasalahan ini..

Anonim mengatakan...

Dari pada YHS mending nonton YKS (yuk Keep Smile) aja lebih baik dari pada melihat di dalam bait Allah tapi penh dengan KEBUSUKAN-KEBUSUKAN yang di tutupi oleh hamba-hamba allah yang selama ini di anggap benar oleh umat yang awam

Anonim mengatakan...

Sebaiknya spt Katolik, Pendetanya tidak memegang kendali uang, dan tidak menikah, jadi benar-benar melayani Tuhan. Intisari katolik dan Kristen adalah sama, cuman bedanya, katolik lebih susah baptisnya (harus belajar lama), tapi Kristen sangat mudah. "Easy come, Easy go".
Kasus Bethany itu sudah lama sekali sudah terjadi sudah dari tahun 1990 an, sudah dari awal sudah spt itu. Akhirnya meletus sekarang. Ada kabar Cincin berlian persembahan untuk Gereja, eh besoknya Pendetanya yang pakai, begitu tau cincin berlian tersebut dipakai sendiri oleh pendetanya, jemaat tersebut tidak jadi jemaat Bethany lagi.

Anonim mengatakan...

Tuai apa yang ditabur...
Tak peduli siapapun itu, gembala, pendeta, jemaat, dsb... yang namanya melayani Tuhan, harus memiliki kerendah-hatian... melayani tak peduli kaya miskin, terkenal atau tidak, berpendidikan tinggi atau rendah...

Menurut saya ini suatu pembelajaran yang baik untuk semua gereja agar bertobat bilamana jalur mereka menyimpang... Menjadi seorang gembala tak berarti pangkat-nya di dunia harus diagungkan, dengan gaya hidup tinggi bergengsi...

Apakah di Alkitab ada tertulis begitulah gaya hidup pelayan Tuhan?

Anonim mengatakan...

YHS = Yusak Homo Sapiens
YHS = Yusak Homo SEX
gereja kek gini pengelolanya mesti dibui minim 25 tahun dengan hukuman progresif semakin banyak menyalah gunakan semakin meningkat hukuman yang di berikan

Anonim mengatakan...

Menurut saya Tuhan mengajarkan para umatnya untuk hidup sederhana dan penuh cinta kasih kepada sesama. Itu lah yang harusnya dilakukan pemimpin agama seperti pendeta Yusak dan pemimpin agama yg lain.
Saya suka bingung kalau melihat banyak pendeta hidup dalam kemewahan yg tidak wajar, apakah ini sebuah PANGGILAN atau PEKERJAAN?

Anonim mengatakan...

Makanya pelajari bnr2 alkitab,jgn asal keliatan wah lantas ikut2an,merasa komunitasnya exclusif,bkn mulut yg suka teriak2 berkoar2 bicara ttg Tuhan yg d bnrkan tp org yg bnr2 meneladani cara hdp Kristus lah yg bnr,jd lah hamba Tuhan/gembala yg sederhana&bersahaja,rlu d pertanyakan kalo ada Pendeta yg gaya hdpnya bak Milyuner

Anonim mengatakan...

Kasihan para jemaat YHS
Sungguh memalukan seorang pendeta bisa berbuat hal itu.

kie kalteng mengatakan...

Pendeta,atau apapun ..tetaplah manusia.Jangan pernah mengidolakan atau mengkultuskan mereka.Karena mereka juga manusia..

Jadi,tetap Pandang Yesus..Yesus dan Yesus..

Gereja atau agama,menurut saya tidak menyelamatkan,yang menyelamatkan adalah IMAN PERCAYA KEPADA YESUS!

Anonim mengatakan...

saya orang bethany, memang terkutuk itu pendeta2 bethany, ini pendeta alex memang ocehannya cuman seputar duwit duwit dan duwit. saya menolak perpuluhan, kalau istri saya perpuluhan saya hardik suruh kasih rp.1000 aja. lebih baik uangnya disumbangkan ke panti2 yang banyak kekurangan dana di indonesia ini.

tumbur tambunan mengatakan...

Semoga yusak menyadari kesalahannya dan bertobat. Bahwa uang adalah ajar dr segala kejahatan itu benar. Here is mine goo.gl/1l5c9V

Anonim mengatakan...

Kenapa mesti di YHS & mertuanya sampe begitu kayanya baru jemaat sadar (atau banyak belum sadar mungkin ?)
Kita ini secara duniawi saja kalo melewati batas hak &kewajiban entah itu sbg pengusaha,profesional, atau pun birokrat di zaman real modern ini sdh pasti habis dikorek/di investigasi/ dikucilkan /dijauhi .

Lah herannya klan keluarga PANDITO ini sdh expose begitu vulgarnya bak konglomerat/selebrities (1 phantom+1 RR + all Supercar collection ) mbok ya nyelutuk keq scr bergantian diantara ribuan pengikutnya spy dikasih jatah kemakmuran bersama ????
Apa para ribuan jemaat /pengikut nya tidak tahu ? Atau puji Tuhan yang penting pendeta kami diberkati walau sekalipun cara dia menikmati berkatnya lebih tamak nafsu daripada profesi duniawi.