Baal – Hubal vs. Allah


Pada mulanya adalah Baal
Baal itu ada bersama para penduduk Moab
Baal itu adalah dewa pujaan mereka

Ia yang pada mulanya ada bersama penduduk Moab
Segala sesuatu dimohonkan pada dia
Terutama untuk kesuburan tanaman pertanian mereka

Datanglah seorang bernama Amr bin Luhay
Seorang tokoh yang cukup terpandang dari Arabia
Ia pun kemudian tertarik pada Baal

Ia memperoleh sebuah Baal
Baal itu terbuat dari batu akik merah
berbentuk menyerupai manusia
Baal itu dibawa pulang ke kampung halaman

Sesampainya di kampung halaman
Amr bin Luhay ditanya oleh para tetangganya
Siapa itu?
Maka Amr pun menjawab Dia Baal

Dan jelas pula jawaban Amr bin Luhay
Pasti tidak menggunakan bahasa Indonesia
Tetapi bahasa Arab, yakni Huwa-Baal, Hu-Baal

Sejak itulah terjadi pertanyaan
dan jawaban berantai serupa di atas
Maka terkenalah, si berhala Hubal
Apalagi setelah lengan batu tangan kanan yang patah
diganti dengan lengan emas. Kemudian berhala tersebut
dimasukkan dalam Kabah oleh Khuzaymah ibn Mudrikah

Nah, saat itulah dimulai zaman kegelapan
Kesyirikan yang menyebar di Arab jahiliyah
Hingga terhitung ada 360 berhala di Kabah
Karena setiap suku atau keluarga memiliki berhala

Berhala tersebut sebagai media perantara
Kepada Tuhan pencipta alam semesta Allah Ta'ala
Tuhan yang dikenalkan melalui ajaran Ibrahim dan Ismail
Hingga beliau berdua membangun bethEl baitAllah Kabah

Ya, kaum jahiliyah Arab kuno telah kehilangan tauhid uluhiyah
Karena mereka menjadikan ilah-ilah lain selain Allah
Meskipun mereka masih memiliki tauhid rububiyah
Karena mereka masih percaya hanya Allah saja
Sebagai Rabb atau Tuhan pencipta alam semesta

Kondisi ini mirip dengan kaum jahiliyah modern
Yang menjadikan Yesus sebagai Tuhan Anak
Sebagai perantara, avatar, avataara
Kepada Tuhan Bapak

Atau bahkan jahiliyah modern
Lebih jahil daripada jahiliyah Arab kuno?
Karena kaum jahiliyah modern juga punya dogma
bahwa Yesus yang mencipta alam semesta
Sungguh kegelapan di atas kegelapan

Alhamdulillah
Akhirnya datanglah terang
Terang itu bercahaya di dalam kegelapan
dan kegelapan itu tidak menguasainya

Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Muhammad
Seorang rasul dan nabi terakhir sampai akhir zaman
Yang menegakkan kalimat tauhid Laailahailallah
Tiada Ilah yang benar untuk diibadahi selain Allah

Singkat cerita
Yang benar pasti menang
Hancurlah semua berhala termasuk Hubal
Berakhirlah periode Arab jahiliyah
Semoga berakhir pula periode orang modern jahiliyah


Note/ referensi
Kaum jahiliyah Arab meyakini tauhid rububiyah, bahwa hanya Allah yang mencipta dan mengatur alam semesta, berdasarkan dalil antara lain:
1.      Dan sungguh, jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" tentu mereka akan menjawab: "Allah". (QS Al-'Ankabuut 29: 61)
2.      Dan sungguh, jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakanlah: "Segala puji bagi Allah" tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS Luqmaan 31: 25)
3.      Dan sungguh, jika engkau tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" niscaya mereka menjawab: "Allah". Katakanlah: "Kalau begitu tahukah kamu tentang apa yang kamu sembah selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu mampu menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmatNya?" Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku" kepada- Nya-lah orang-orang yang bertawakkal berserah diri. (QS Az-Zumar 39: 38)
4.      Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka, siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" niscaya mereka akan menjawab: "Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui" (QS Az-Zukhruf 43: 9)
5.      Dan jika engkau bertanya kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan mereka" niscaya mereka menjawab: "Allah" jadi bagaimana mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah). (QS Az-Zukhruf  43: 87)

Mereka telah mengenal Allah melalui Ibrahim dan putra sulungnya, yaitu Ismail dimana mereka juga membangun Baitullah Kabah sebagai tempat ibadah (yang pertama kali dibangun) untuk beribadah kepada Allah Ta'ala:
1.      Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam. (QS. Al-Imran 3: 96).
2.      Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail seraya berdoa: Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui; Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri pada-Mu dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri pada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan ibadah (haji) kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Penerima taubat, Maha Penyayang; Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan Kitab (Al Qur'an) dan Hikmah (As-Sunnah) kepada mereka serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkau-lah yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.(QS. Al-Baqarah 2: 127-129).
3.      Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhan, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala; Ya Tuhan, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak manusia. Barangsiapa mengikuti aku, maka orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Maha Penyayang; Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur; Ya Tuhan-ku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. (QS. Ibrahim 14: 35-37; 40)

Mengenai 'Amr bin Luhay, dalam Sirah Ibnu Ishaq, Nabi Muhammad shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda: Hai Aktsam, aku lihat Amr bin Luhay bin Qama'ah bin Khindif menyeret usus-ususnya di neraka, dan aku tidak melihat orang yang amat mirip dengan orang lain melainkan engkau dengannya dan dia denganmu.  Aktsam berkata: Barangkali kemiripannya denganku itu membahayakanku, wahai Rasulullah? Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Tidak, karena engkau orang Mukmin, sedang dia orang kafir. Dialah orang yang pertama kali mengubah agama Ismail, memasang berhala, mengiris telinga unta, melepaskan saibah, memberikan washilah, dan melindungi hami.

Dikisahkan pula dalam perang Uhud, setelah peperangan usai, Abu Sufyan (pemuja Hubal sebelum ia masuk Islam) mendaki sebuah bukit dan berteriak: Apakah Muhammad ada di antara kalian!? Namun kaum muslimin tidak menjawabnya. Kemudian dia berteriak lagi: Apakah Ibnu Abi Quhafah (Abu Bakr) ada di antara kalian!? Tidak juga dijawab. Akhirnya dia berteriak lagi: Apakah Umar bin Al-Khaththab ada di antara kalian!? Juga tidak dijawab. Dan dia tidak menanyakan siapapun kecuali tiga orang ini, karena dia dan kaumnya mengerti bahwa mereka bertiga adalah pilar-pilar Islam. 
Lalu dia berkata: Adapun mereka bertiga, kalian sudah mencukupkan mereka.
 

Umar tak dapat menahan emosinya untuk tidak menyahut: Wahai musuh Allah, sesungguhnya orang-orang yang kau sebut masih hidup!  Dan semoga Allah menyisakan untukmu sesuatu yang menyusahkanmu
Abu Sufyan berkata: Di kalangan yang mati ada perusakan mayat, saya tidak memerintahkan dan tidak pula menyusahkan saya

Kemudian dia berkata pula: Agungkan Hubal!

Lalu Nabi bersabda: Mengapa tidak kalian jawab? 
Kata para sahabat: Apa yang harus kami katakan?  
Sabda beliau: Allah lebih Tinggi dan lebih Mulia
Abu Sufyan berkata lagi: Kami punya Uzza, sedangkan kalian tidak
Sabda Rasulullah: Mengapa tidak kalian balas?
Kata para sahabat: Apa yang harus kami katakan?
Katakanlah: Allah adalah Maula (pelindung, pemimpin) kami, sedangkan kalian tidak mempunyai maula satupun.

Akhirnya, saat fathu Mekah, beliau thawaf dengan menunggang unta sambil membawa busur yang beliau gunakan untuk menggulingkan berhala-berhala di sekeliling Kabah yang beliau lewati. Saat itu, beliau membaca firman Allah: Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap (QS. Al-Israa 17: 81); Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi (QS. Saba' 34: 49). Kemudian, Nabi shallallahu 'alahi wa sallam memasuki Kabah. Beliau melihat ada gambar Ibrahim bersama Ismail yang sedang berbagi anak panah ramalan. Beliau bersabda: Semoga Allah membinasakan mereka. Demi Allah, tidak pernah sekali-pun Ibrahim mengundi dengan anak panah ini.  

Beliau perintahkan untuk menghapus semua gambar yang ada di dalam Kabah. Kemudian, beliau shalat. Seusai shalat beliau mengitari dinding bagian dalam Kabah dan bertakbir di bagian pojok-pojok Kabah. Sementara orang-orang Quraisy berkerumun di dalam masjid, menunggu keputusan beliau shallallahu 'alahi wa sallam. Dengan memegangi pinggiran pintu Kabah, beliau bersabda: Wahai orang Quraisy, sesungguhnya Allah telah menghilangkan kesombongan jahiliyah dan pengagungan terhadap nenek moyang. Manusia dari Adam dan Adam dari tanah.


Semoga bermanfaat
Wassalam

> Benarkah YHWH adalah Allah  

Tidak ada komentar: