“Born Again” dalam Islam


Berbeda dengan Kristen yang menganggap bahwa bayi dilahirkan dalam kutukan Tuhan berupa (dogma) dosa warisan Adam, Islam meyakini bahwa semua manusia dilahirkan dalam keadaan suci murni, bebas dari dosa. 

Born Again!
Gambar:
 gloriagoldministries.org
Dalam Islam juga ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang bisa suci murni kembali bebas dari dosa. Menjadi terlahir kembali seperti bayi, suci murni bebas dari dosa, yang tentunya dilanjutkan untuk selalu berusaha menjalani kehidupan yang bebas dari dosa dan beribadah/ beramal sebanyak mungkin, karena Islam adalah agama "grace and law". Bahkan dituntut untuk amar ma'ruf nahi munkar!

"Born again" dalam Islam diantaranya adalah:
1). Siapapun orang kafir yang masuk Islam, maka seluruh dosa dan kesalahannya  terhapuskan.
Dalilnya adalah firman Allah Azza wa Jalla:
“Katakanlah kepada orang-orang kafir itu, (Abu Sufyan dan kawan-kawannya) ‘Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu; dan jika mereka kembali lagi (memerangi Nabi), sungguh akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang terdahulu (dibinasakan).” [Al-Anfaal: 38].

2). Selain bagi para Muallaf, beberapa amalan seperti berhijrah, melaksanakan ibadah haji (dan berbagai ibadah lainnya), juga menghapus dosa-dosanya, hingga suci murni seperti bayi yang baru lahir.
Dalilnya adalah hadits:
Dari shahabat ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu anhu yang menceritakan kisahnya ketika masuk Islam, beliau radhiyallahu anhu berkata:
“... Ketika Allah menjadikan Islam dalam hatiku, aku mendatangi Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan aku berkata, ‘Bentangkanlah tanganmu, aku akan berbai’at kepadamu.’ Maka Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam membentangkan tangan kanannya. Dia (‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu anhu) berkata, ‘Maka aku tahan tanganku (tidak menjabat tangan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam).’

Maka Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya, ‘Ada apa wahai 'Amr?’ Dia berkata, ‘Aku ingin meminta syarat!’ Maka, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya, ‘Apakah syaratmu?’ Maka aku berkata, ‘Agar aku diampuni.’

Maka Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata, ‘Apakah engkau belum tahu bahwa sesungguhnya Islam itu menghapus dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya, hijrah itu menghapus dosa-dosa sebelumnya, dan haji itu menghapus dosa-dosa sebelumnya?’”

3). Apabila seseorang masuk Islam kemudian baik keIslamannya, maka ia tidak disiksa atas perbuatannya pada waktu dia masih kafir, bahkan Allah Azza wa Jalla akan melipatgandakan pahala amal-amal kebaikan yang pernah dilakukannya.

Dalam sebuah hadits dinyatakan: Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Jika baik keIslaman seseorang di antara kalian, maka setiap kebaikan yang dilakukannya akan ditulis sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat. Adapun keburukan yang dilakukannya akan ditulis satu kali sampai ia bertemu Allah.”

4). Islam tetap menghimpun amal kebaikan yang pernah dilakukan seseorang baik ketika masih kafir maupun ketika sudah Islam. Dari Hakim bin Hizam radhiyallahu anhu, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah engkau memandang perbuatan-perbuatan baik yang aku lakukan sewaktu masa Jahiliyyah seperti shadaqah, membebaskan budak atau silaturahmi tetap mendapat pahala?” Maka Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Engkau telah masuk Islam beserta semua kebaikanmu yang dahulu.”

5). Islam sebagai sebab terhindarnya seseorang dari siksa Neraka. Dari Anas radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Ada seorang anak Yahudi yang selalu membantu Nabi Shallallahu 'alaihi was allam, kemudian ia sakit. Maka, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam datang menengoknya, lalu duduk di dekat kepalanya, seraya mengatakan, ‘Masuk Islam-lah!’ Maka anak Yahudi itu melihat ke arah ayahnya yang berada di sampingnya, maka ayahnya berkata, ‘Taatilah Abul Qasim (Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam).’ Maka anak itu akhirnya masuk Islam. Kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam keluar seraya mengatakan, ‘Segala puji hanya milik Allah yang telah menyelamatkannya dari siksa Neraka.’”

6). Dan lain-lain sebagai Keutamaan Islam dan Keindahannya (juga mengenai berbagai hadits tersebut di atas), silahkan kunjungi: 
http://almanhaj.or.id/content/2266/slash/0/keutamaan-islam-dan-keindahannya

7). Serta, 
http://almanhaj.or.id/content/3660/slash/0/kehebatan-tauhid-menghapus-semua-dosa
http://almanhaj.or.id/content/4162/slash/0/penghapus-dosa-dosa
https://rumaysho.com/1518-10-pelebur-dosa-2.html