Kristen Adalah Pengikut Paulus!


Semua orang Kristen sedunia pasti merasa bahwa ia adalah pengikut Yesus. Hampir tak ada satupun yang menyadari bahwa ia adalah pengikut Paulus, bukan pengikut Yesus. Dan apabila fakta ini diajukan akan di sangkal dengan keras.

Jadi, atas kondisi di atas, maka ada dua pertanyaan penting
  1. Benarkah Kristen adalah pengikut Yesus? 
  2. Apakah dibenarkan bila mereka menyangkal sebagai pengikut Paulus?
Dan ternyata jawaban untuk kedua pertanyaan tersebut adalah... Tidak!

Hal ini karena Paulus telah memerintahkan agar: 'Jadilah pengikutku!'
'Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus' (1Korintus 11:1).

Ini artinya bahwa Kristen adalah pengikut Paulus dalam memandang Yesus. Keyakinan tentang pribadi Yesus maupun tentang agamanya Yesus Kristus, harus sesuai dengan apa yang di ajarkan oleh Paulus. Jadi, sampai akhir hayat pun, orang Kristen adalah pengikut Paulus. Nah!

Dan setelah fakta tersebut terungkap tanpa bisa disanggah, tetapi kemudian merasa ini bukan sebagai masalah, maka itu berarti dirinya sendiri yang sedang bermasalah :)

Ini karena fakta tersebut adalah masalah besar yang semestinya harus diperhatikan.

Masalah besar, bahkan masalah sangat besar, karena Paulus menyatakan bahwa hanya injil versi dia saja yang benar; dengan begitu sombong dia mengatakan: 'Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia!' (Galatia 1:8).

Paulus juga dengan sangat kasar menyebut mereka yang menentang ajarannya (bisa dibaca di sini).

Menjadi masalah sangat besar karena: apakah injil, keyakinan, dan agamanya Paulus sama dengan Yesus!?

Disinilah kita sangat perlu dengan cermat memeriksanya.
Dan langkah paling tepat adalah memeriksa injil, keyakinan, dan agamanya Yesus (ajaran Yesus yang diteruskan oleh Yakobus si Adil saudara Yesus), dan membandingkan dengan ajaran Paulus.


Nah, ternyata sangat berbeda antara ajaran Yesus dibandingkan dengan ajaran Paulus.

Ajaran dan keyakinan Yesus adalah menyembah Tuhan yang Esa (Oneness) telah diubah oleh Paulus dengan menyembah Tuhan yang Esa ditambah Yesus dan Roh Kudus. Tiga sembahan yang dianggap, dipaksakan, dikemas sebagai satu Tuhan (Threeness).

Ajaran dari Yesus adalah ajaran tauhid dengan hanya menyembah Tuhannya Yesus, sebagai monoteis yang berakar dari Yudaism, telah diubah menjadi kultus terhadap Yesus. Telah diubah menjadi ajaran yang menyembah Tuhannya Yesus dan Yesus dan Roh Kudus. Politeis dari Romawi yang dianggap, dipaksakan, dikemas sebagai monoteis; sebuah pseudo-monoteis! 

Agamanya Yesus adalah mengajarkan, mentaati, mengamalkan Taurat, sedangkan agamanya Paulus membuang, meniadakan Taurat. Paulus telah mendirikan agama Kristen, suatu agama baru yang berbeda dengan agamanya Yesus dan yang diteruskan oleh Yakobus si Adil saudara Yesus.

Dr. Ioanes Rahmat berpendapat bahwa, insiden Antiokhia yang terjadi menyusul Konsili Yerusalem membuktikan bahwa Yakobus bersama para muridnya atau atau komunitasnya tetap mempertahankan dan memberlakukan ketentuan Taurat. Bahkan termasuk hal yang paling kecil, yakni yang melarang orang Yahudi makan semeja dengan orang bukan Yahudi. Jadi kita temukan suatu fakta yang solid bahwa agamanya Yesus yang berpusat di Yerusalem berfondasi pada Taurat sepenuh-penuhnya dan berada dalam konflik dengan kekristenan yang didirikan oleh Paulus yang menolak Taurat. 

Paulus yang tak pernah berjumpa tatap muka dengan Yesus dari Nazaret; dia tak kenal pribadi siapa pemuda Yahudi yang bernama Yesus dari Nazaret. Tetapi, Yakobus si Adil adalah saudara Yesus. Mana yang lebih dekat ke jantung Yesus, agamanya Yakobus atau agama Kristen dari Paulus? Kita tentu bisa menyimpulkannya sendiri. 

Selanjutnya ia juga menyatakan bahwa Paulus membangun doktrin pendamaian dosa lewat penebusan Yesus di kayu salib dengan berpijak pada ritual pendamaian dosa Yahudi (yang dilaksanakan pada Yom Kippur, Hari Pendamaian), sedangkan Yakobus si Adil menolak sama sekali ritual Yahudi ini. 

Dr. David Wenham dalam buku Paul: Follower of Jesus or Founder of Christianity? mengutip Maccoby mengatakan, "Adalah Paulus yang mendirikan Kristen" seperti yang kita kenal sekarang, yakni bahwa Paulus, dipengaruhi oleh ide-ide Yunani dan agama-agama misteri Yunani, menemukan "mitos" tentang keilahian Yesus dan kematian korban dan juga "pencipta Ekaristi" (roti dan anggur sebagai persekutuan, seperti dalam Perjamuan Tuhan, dll). Maccoby pun setuju menurut Wenham, dengan Karen Armstrong "tentang kontribusi lain dari Paulus yang tidak menyenangkan untuk Kristen." (hal. 2).

Hyam MacCoby adalah seorang sarjana-terkenal Yahudi yang pada tahun 1986 menerbitkan sebuah buku berjudul The Mythmaker: Paul and the Invention of Christianity. Adapun Karen Armstrong yang mana pernah menjadi anggota dari ordo Katolik Roma, cukup banyak menulis pada topik agama. Dia memasukan pemikiran ini dalam serial TV tahun 1980-an. 

Namun, karena kondisi-kondisi sosial-politik yang menguntungkan diri Paulus, dan menguntungkan juga para bapak gereja yang berpikir dalam jalur pemikiran Paulinian, maka ajaran-ajaran Paulus ditahbiskan menjadi ajaran-ajaran ortodoks kekristenan, dan karenanya dipandang sebagai ajaran satu-satunya yang benar dan lurus bagi gereja Kristen di Eropa (kekristenan Barat) pada masa abad-abad pertama Masehi, bahkan buat gereja-gereja pada abad ke-21 ini, khususnya gereja-gereja aliran Reformed. 

Selanjutnya hampir semua orang Kristen mengenal kekristenan dan doktrin-doktrin penting agama Kristen lewat tulisan-tulisan Paulus dan murid-muridnya setelahnya. Oleh karena itu tidak banyak orang tahu, apalagi warga gereja biasa yang telah menerima indoktrinasi ajaran-ajaran kekristenan ortodoks (Barat), bahwa sebetulnya ajaran Paulus (Kristen) sangat ditentang dan dilawan dengan sengit dan tajam oleh ajaran Yesus melalui Yakobus si Adil, saudara Yesus, bersama komunitasnya.

Dalam buku: How Jesus Became Christian yang disebutnya sebagai the Jesus Cover-Up Thesis, Barrie Wilson Ph.D. menyatakan dua hal: 

Pertama, Tesis Yesus Cover-Up, berpendapat bahwa pesan asli Yesus dan Gerakan Yesus, pengikut Yesus paling awal di Yerusalem, menjadi beralih untuk agama yang berbeda. Ini agama lain, yang asal, keyakinan, dan praktiknya berbeda dari gerakan Yesus, ini adalah gerakan Kristus yang dikembangkan oleh Paulus dalam diaspora. Satu dekade kemudian setelah kematian kedua Paulus dan Yakobus di 60-an, agama Paulus menjadi dicangkokkan ke agama asli yang dipimpin oleh Yakobus. Ini adalah prestasi yang mengesankan dari para penulis Kisah Para Rasul sekitar pergantian abad kedua. Gerakan Kristus menggantikan Gerakan Yesus yang asli setidaknya dalam imajinasi populer sebagai ekspresi dominan dari agama baru.

Kedua menurut Tesis Yesus Cover-Up, ada pergeseran penting jauh dari ajaran Yesus ini tentang Kristus. Artinya, keyakinan tentang pribadi Yesus dipahami sebagai Kristus datang untuk mengaburkan apa yang dia katakan dan lakukan. Dengan demikian, agama dari Yesus, yang Yesus lakukan dan ajarkan, berubah menjadi kultus tentang Kristus. Perubahan itu disebabkan oleh Paulus yang menyebabkan efek mendalam pada bagaimana kita memahami Yesus sejarah, ajaran-ajarannya dan misinya. Semuanya sekarang dilihat melalui mata Paulus dan lanskap barunya.
 

Selanjutnya ia berpendapat sebagai berikut: 
  • Agamanya Paulus bukanlah agamanya Yesus.
  • Ada yang berusaha menutup-nutupi. Keilahian Gentile Kristus itu peralihan dari manusia Yesus Yahudi. Sebuah agama tentang Kristus menggantikan ajaran Yesus. Selain itu, agama Paulus menggantikan posisi Yesus.
  • Perjanjian Baru bukanlah kumpulan tulisan netral gereja mula-mula. Ini diproduksi, dipilih, dan disetujui oleh satu --- tetapi hanya satu --- yaitu faksi Kristen awal, kelompok yang sangat mendukung untuk menutup-nutupi.
  • Kitab Kisah Para Rasul menyajikan kita dengan sejarah fiktif kekristenan awal dan merupakan sumber informasi yang tidak dapat diandalkan. 
  • Anti-Semitisme yang berakar dalam tulisan-tulisan Perjanjian Baru merupakan hasil dari cover-up.

Dalam bagian akhir buku Menguak Kekristenan Yahudi Perdana oleh Dr. Ioanes Rahmat (tentang bukunya bisa dilihat di sini), memberikan rangkuman (hal 169-171) tentang karakteristik komunitas Yerusalem yang dipimpin Yakobus, diantaranya sbb:
  • Menganut monoteisme;
  • Mengakui Abraham sebagai sang Bapak leluhur;
  • Menyebut diri sebagai komunitas Yahudi-Ebion;
  • Menerima Tanakh Yahudi sebagai Kitab Suci, tetapi menolak bagian-bagian Tanakh yang memuat perintah serta aturan ritual penyembelihan hewan kurban sebagai kurban penebus dosa menurut kepercayaan Yahudi;
  • Memakai kitab para nabi dengan cara yang khas;
  • Menggunakan hanya Injil Matius (tanpa kisah kelahiran dan silsilah Yesus);
  • Memegang kristologi adopsionis;
  • Memandang Yesus sebagai sang Mesias kekal yang memiliki kepraadaan, yang telah menjadi manusia melalui proses kelahiran yang wajar;
  • Memandang Yesus Kristus telah menjalani suatu kehidupan tanpa dosa;
  • Membuka kemungkinan untuk Yesus Kristus bisa terjatuh ke dalam dosa atau melakukan dosa tanpa disengaja atau di luar kehendaknya;
  • Memandang Yesus Kristus bukan sebagai pelanggar Taurat ketika dia menyembuhkan orang pada hari Sabat, sebab tindakannya ini dipandang keluar dari belas kasih dan bela rasa yang dalam terhadap orang sakit yang disembuhkannya;
  • Yesus Kristus ini telah datang pertama kali dalam kerendahan dan mengalami penolakan oleh bangsanya sendiri dan akan datang kedua kali sebagai sang Hakim di akhir zaman;
  • Meyakini keselamatan di dunia dan di akhirat diterima jika umat mengejar hikmat ilahi yang terdapat dalam Tanakh dan ucapan-ucapan Yesus dan hidup di dalam hikmat ini;
  • Memandang ritual penyembelihan hewan kurban pada Hari Pendamaian sebagai ritual yang ditetapkan oleh Musa untuk dipraktekkan hanya sementara saja, dan ritual ini sama sekali berakhir ketika Bait Allah di Yerusalem sudah dihancurkan pada tahun 70;
  • Memandang kehancuran Bait Allah dan kota suci Yerusalem pada tahun 70 sebagai titik awal dimulainya penyebaran injil Yahudi-Kristen ke luar tanah Palestina, masuk ke dunia bangsa-bangsa;
  • Memandang hikmat sang Nabi sejati sebagai suatu tempat baru untuk memberi persembahan kurban;
  • Memandang pemurnian dan penyucian dosa umat tidak dilakukan oleh darah hewan kurban, tetapi oleh hikmat Allah dan kasih karunia Ilahi yang bekerja pada waktu ritual pembaptisan dijalankan;
  • Menghormati dan menguduskan Sabat;
  • Memelihara hari-hari dan bulan-bulan suci dalam penanggalan Yahudi;
  • Menjalankan suatu kehidupan yang sepenuhnya sejalan dengan Taurat;
  • Mewajibkan semua anggota komunitas untuk disunat;
  • Menjalankan ritual pembasuhan diri untuk menjaga kesucian lahiriah
  • Mengambil kiblat ke kota Yerusalem ketika berdoa
  • Menolak Paulus dengan tegas dan mencapnya sebagai seorang penyesat yang telah menghujat Taurat.
Selanjutnya Dr. Ioanes Rahmat memberikan rangkuman khusus (hal 171-172) mengenai Paulus sbb:
  • Paulus bukanlah seorang saksi mata kehidupan Yesus sehingga tidak patut disebut sebagai rasul;
  • Paulus memberitakan suatu injil yang berbeda dari injil yang diberitakan para soko guru Gereja Induk Yerusalem yang tetap memberlakukan semua tuntutan Taurat kepada orang-orang Kristen Yahudi maupun bukan Yahudi;
  • Paulus hidup tidak sesuai dengan perintah-perintah Yesus antara lain perintah untuk mau menerima topangan finansial dari jemaat yang dibangunnya;
  • Paulus tidak hidup sejalan dengan kehidupan para soko guru Gereja Induk Yerusalem khususnya Rasul Yakobus Si Adil; 
  • Paulus tidak memiliki kuasa spiritual sebagai kuasa untuk menyembuhkan dan membuat mukjizat, yang diberikan Yesus kepada murid-muridnya ketika pergi memberitakan Injil dari satu kota ke kota lainnya;
  • Paulus tidak mewajibkan diri mereka sebagaimana diperintah oleh Taurat dan untuk memenuhi semua adat istiadat Yahudi;
  • Paulus tidak menaruh kepercayaan lagi pada 'hal-hal lahiriah', maksudnya pada statusnya yang superior sebagai seorang Yahudi dan pada hal-hal yang ditulis dalam Taurat Musa sebagai aturan-aturan keagamaan yang secara lahiriah harus ditaati. 

Nah, berdasar hal diatas, telah nyata bahwa Kristen adalah pengikut Paulus!

Hal senada juga diungkap oleh Pastor Douglas Nicholson yang juga menyatakan bahwa Paulus sebagai false apostle dalam Wahyu 2:2; Paul is of the devil, sebagai utusan Lucifer yang menemui Paulus dengan menyamar sebagai Yesus saat dia dalam perjalanan ke Damaskus. Dan, only the devil would teach that you’re not under the law any more, karena itu pengikut Paulus akan mengikutinya ke Neraka... ouhhh...!

^_^ Isha Merdeka

Tidak ada komentar: