Alkitab: Yesus Kristus Seorang Munafik?


Alkitab menuduh Yesus seorang yang munafik?

Salah satu ciri khas seorang munafik ialah apabila antar ucapannya saling bertentangan, antara perkataan dengan pikiran/ tindakannya berlawanan.

Alkitab menuduh Yesus seorang yang munafik, dengan menuliskan banyak perkataan Yesus yang saling kontradiksi, menuliskan 'ajaran baik' yang dia ingkari sendiri dengan melakukan perbuatan yang berlawanan dengan 'ajaran/ perkataan baik' yang ia ucapkan, bahkan bersikap kasar maupun marah tidak pada tempatnya. 

Yesus mengatakan:
"Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya." (Markus 9:23).

"Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindahlah dari tempat ini kesana, maka gunung ini akan pindah, dan tak ada yang mustahil bagimu." (Matius 17:20); "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Tercabutlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu." (Lukas 17:6) 

Tetapi Yesus sendiri kadang-kadang tidak dapat berbuat apa-apa. Bahkan mukjizatnya tergantung pada penontonnya!? 'Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-nya di situ.' (Matius 13:58; juga Markus 6:5).

Apakah Yesus kurang percaya? Seberapa besar iman Yesus kepada Tuhan? Bukankah ini berarti Yesus tidak selalu bersama Tuhan? [Apalagi bila dia dianggap sebagai Tuhan!]

Bagaimana ini, kenapa antara ucapan dan tindakan Yesus tidak sesuai? Berarti Alkitab menuduh Yesus sebagai seorang munafik. 

Dan cara 'pembuktian iman' yang diajarkan juga sangat aneh, tidak rasional, tidak mengandung pesan moral yang positif, sehingga berbuah tragis-ironis, seperti adanya para pendeta dan orang-orang Kristen yang mati karena racun dengan mengikuti ajaran 'pembuktian iman' dalam Markus 16:18. 
   

-----
Yesus bilang bahwa: 
"Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala" (Matius 5:22).

Juga berkata supaya "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi" (Matius 7:1).

Tapi disisi lain sungguh mengejutkan, karena Yesus sendiri sering menunjukan kemarahannya. 'Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekelilingnya" (Markus 3:5) [penulis Markus akan masuk Neraka! karena menganggap mereka degil/ jahil/ bodoh/ idiot!]. 

Yesus juga senang mengumpat seenaknya, mengumpat saudaranya sebagai keturunan ular-ular, ular beludak (Matius 12:34; 23:33), menuduh mereka munafik, sebagai orang buta, sebagai orang bodoh (Matius 15:7; 23:1-36), menyebut saudaranya punya bapak iblis (Matius 8:44). 

"Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam?" [Jadi tidak hanya penulis Markus, tapi bahkan Yesus sendiri akan masuk Neraka! karena mengumpat mereka yang adalah saudaranya sebagai orang bodoh/ jahil (Lukas 11:40; Markus 23:17)].

'Dengan sangat marah Yesus menghakimi, mengamuk di bait Allah' (Matius 21:12-15; Markus 11:15-19; Lukas 19:45-48; Yohanes 2:13-16). Dan dengan marah menghakimi, mengutuk pohon ara tak berdosa (Matius 21:18-19; Markus 11:12-14). 

Berarti ajaran Yesus supaya jangan marah, jangan menghakimi tersebut tidak dipraktekkan oleh yang mengucapkan, alias Yesus hanya bicara manis dibibir tetapi prakteknya nol besar, alias munafik! Dan Yesus juga akan masuk Neraka! berdasarkan Alkitab sendiri.

Tidak hanya itu, Yesus melalui Markus 3:28, juga 'memproklamirkan' untuk melakukan penghujatan, karena ia menekankan bahwa 'Benar dan Sungguh-sungguh' - Truly and solemnly- semua dosa dan penghujatan kepada siapa pun - whatever abusive and blasphemous - akan diampuni, kecuali pada Roh Kudus yang dinyatakan akan menjadi dosa kekal alias tidak bisa dihapus (apalagi bila pakai penghapus berupa doktrin 'penebusan dosa').

-----
Yesus meneruskan ajaran, "Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN" (Keluaran 20:1), dengan mengatakannya dalam Matius 15:4; 19:19; Markus 7:10, 10:19; Lukas 18:20. Tetapi anehnya, berbagai tindakan Yesus menurut yang tertulis dalam Alkitab tidak menunjukkan sikap menghormati ibu dan bapaknya. Juga tidak disebut sekalipun dalam Alkitab bahwa Yesus pernah berbicara dengan bapaknya, Yusuf. Tidak ada bukti sekalipun dalam Alkitab bahwa Yesus pernah berbicara dengan Yusuf. 

Dalam Alkitab juga terlihat bahwa Yesus hanya beberapa kali berbicara dengan ibunya. Itupun tidak dengan hormat, ia menyebut ibunya dengan sebutan "perempuan" sama seperti ketika dia memanggil pelacur. 

Dalam pernikahan di Kana, ketika ibunya mengatakan bahwa anggurnya hampir habis, Yesus menjawab: "Woman, why do you involve me?" Jesus replied. "My hour has not yet come" (John 2:4 NIV); Jesus saith unto her, Woman, what have I to do with thee? mine hour is not yet come (KJV).

Demikian juga menurut Alkitab, saat dia disalib dan melihat ibunya, dia berkata kepada ibunya: "Woman here is your son," (John 19:26 NIV); "Woman, behold thy son!" (KJV).

Bahkan ketika ibu dan saudaranya dengan susah payah akan menemui Yesus (Matius 12:46-50), dengan sombong Yesus tidak mau menemuinya, bahkan tak mengakui Maria sebagai ibunya. 'Ketika Yesus masih berbicara, ibunya dan saudara-saudaranya berdiri diluar dan berusaha menemui dia. Maka seorang berkata kepadanya (Yesus): "Lihatlah, ibu-mu dan saudara-saudara-mu ada di luar dan berusaha menemui engkau." 

Tetapi apa yang dilakukan dan jawaban Yesus? Dia berkata: "Siapa ibu-ku? Dan siapa saudara-saudara-ku?" Lalu katanya sambil menunjuk kepada murid muridnya: "Ini ibuku dan ini saudara-saudaraku!" 

Kemudian dengan tanpa merasa bersalah, seolah-olah lupa atau tidak tahu bahwa menghormati orang tua adalah kehendak dan perintah Tuhan, dia malah berkata: "Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-ku di sorga, dialah saudara-ku laki-laki, dialah saudara-ku perempuan, dialah ibu-ku."

Bukankah seharusnya ini momen yang sangat baik untuk mengajarkan secara langsung bagaimana cara berbakti atau menghormati orang tua, apalagi ibunya yang telah susah payah selama hampir satu tahun mengandung dirinya!???

Ajaran Yesus supaya menghormati orang tua, ternyata tidak dipraktekkan oleh Yesus sendiri! Bahkan sebaliknya Yesus melupakan ajaran itu dengan secara tegas menyarankan supaya pengikutnya membenci kedua orang tuanya. "Jikalau seseorang datang kepadaku dan ia tidak membenci ayahnya, ibunya, anak-anaknya, saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi muridku." (Lukas 14:26).

Mengapa Yesus mengajarkan hal demikian, apakah kita bisa mencintai seseorang bila diri kita sendiri tidak kita cintai, bahkan harus benci pada diri sendiri? Apa karena dia menderita NPD syndrom (Narcissistic Personality Disorder), atau bahkan benar adanya seperti yang dikatakan dalam Markus 3:21, bahwa ia sebagai orang gila? 

Bila tidak dalam kondisi kedua hal tersebut, maka bisa jadi benar bahwa karena durhaka, tidak menghormati orang tuanya, maka ia mati muda. Sebab ada tertulis: "Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya 'Lanjut Umurmu!" (Keluaran 20:1), dan hal ini semakin membuat jelas bahwa kematiannya tidak ada hubungan sedikit pun dengan 'penebusan dosa'!

-----
Yesus mengajarkan: 
"Jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak" (Matius 5:37). Intinya Yesus mengajarkan agar berlaku jujur. Dia juga menyatakan bahwa bila ia bersaksi, maka  kesaksian dirinya pasti benar (Yohanes 8:14); Yesus juga mengatakan: "Akulah kebenaran" (Yohanes 14:6). 

Ajaran Yesus agar berlaku jujur itu sangat bagus, tetapi Yesus sendiri tidak selalu berlaku jujur. Jesus Did Not Always Tell The Truth!

Karena Yesus berbohong kepada saudaranya bahwa ia tidak akan pergi ke pesta tapi setelah saudaranya berangkat, ia menyusul dengan diam-diam (lihat Yohanes 7:8-10)

Yesus juga belum mengembalikan keledai yang dipinjamnya, jadi mungkin menipu pemilik keledai sepanjang Alkitab tidak menceritakan kapan Yesus mengembalikan seekor (atau 2 ekor Matius 21) keledai yang dipinjamnya (Markus 11, Lukas 19:30)

Kenapa Yesus bisa munafik seperti ini, dia mengajarkan, katakan 'ya kalau 'ya dan 'tidak kalau 'tidak, tapi nyatanya dia sendiri tidak dapat mengamalkan ajarannya tersebut. 

Infomasi yang disampaikan Yesus bahwa dirinya adalah kebenaran dan selalu berkata benar, ternyata juga tidak selamanya benar, karena Yesus sendiri mengakui bahwa: "Kalau Aku bersaksi tentang diri-ku sendiri, maka kesaksian-ku itu tidak benar" (Yohanes 5-31), alias kesaksiannya palsu dan menjilat ludah sendiri atau kontradiksi dari pernyataannya dalam Yohanes 8:14 maupun Yohanes 14:6. 
 
-----
Yesus berkata: 
"Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari Hukum Taurat batal." (Lukas 16:17). "Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari Hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi." (Matius 5:18). 
 
Faktanya, langit dan bumi belum lenyap tapi Yesus telah membatalkan Hukum Taurat. 

Ucapan Yesus bahwa dia tidak akan membatalkan Hukum Taurat sebelum langit dan bumi lenyap itu tidak jadi kenyataan. Kita ingat bagaimana Yesus tidak merajam wanita pezina (Yoh 7:53-8:11), padahal Hukum Taurat tegas dan dipraktekkan juga oleh Musa, untuk menghukum mati pezina dengan dirajam/ dilempari batu hingga mati. Di sini kita tahu bagaimana Yesus punya standar ganda/ double face/ munafik yang kata-katanya tidak dia jalankan sendiri. 

-----
Yesus mengatakan: 
"Kasihilah sesama manusia seperti mengasihi dirimu sendiri." (Matius 22:39; Markus 12:31; Lukas 10:27). "Kasihilah musuhmu." (Lukas 6:27, 6:35). 

Dalam Matius 5:39, Yesus juga mengatakan untuk hidup dengan damai, "Janganlah kamu melawan... beri pipi kirimu." 

 

Perkataan Yesus itu sangat bagus, demikian juga kita biasa mendengar, melihat, 'terjebak' dalam promosi bahwa Kristen adalah 'agama kasih & damai' melihat gambar merpati perdamaian dikaitkan dengan Kristus dan Kekristenan. Tetapi sungguh sangat berbeda dengan kenyataan - betapa marak dan kontinuitas berbagai hujatan dan fitnah dari 'industri Islamophobia' anti Islam yang notabene adalah orang-orang Kristen dan simbiosisnya. Bahkan Yesus sendiri ternyata cuma bisa bicara manis di satu mulut, namun pada mulut yang lain maupun prakteknya sangat berbeda.

Contohnya:
  1. Yesus menyebut orang non-Yahudi (berarti kita semua yang gentile/ goyim) dengan julukan yang sangat merendahkan, sebagai anjing (Markus 7:27; Matius 15:26 dan bandingkan dengan umpatan sangat kasar dari Paulus dalam Filipi 3:2).
  2. Yesus menyuruh muridnya mencintai musuhnya sementara Yesus sendiri perintahkan agar membunuh musuhnya, "Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka Aku menjadi rajanya, bawalah mereka kemari dan bunuhlah mereka di depan mata-ku." (Lukas 19:27).
  3. Dan dalam Matius 10:34, Yesus mengatakan sesuatu yang sangat berbeda. "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. 
  4. Yesus tampak lebih senang bila diantara anggota keluarga itu tidak rukun alias saling bertetangan. Ayah akan bertentangan dengan anak laki-laki, anak laki-laki melawan ayah, ibu melawan anak perempuan, anak perempuan melawan ibunya, menantu melawan mertuanya (lihat Lukas 12:51-53).

Kesimpulan: 
  • Berdasarkan Alkitab, antar perkataan dan antara perkataan dan perbuatan Yesus banyak yang tidak sesuai. Terjadi kontradiksi dan kontradiktif.  
  • Sangat keliru bila Anda menganggap apalagi mengklaim bahwa Kristen sebagai 'agama kasih & damai, karena Yesus sejatinya datang membawa pedang dan pertentangan. Dan Anda tidak dapat membantah hal ini, karena semua bantahan Anda hanyalah persangkaan belaka! (lihat Lukas 12:51).

Thus - according to the Bible - Jesus Was A Hypocrite and Not Really Perfect! 

Dan

Ohh my God........... Yesus akan masuk Neraka!!?

Ya Allah... ampunilah Yesus... karena bila Engkau Yang Maha Pengampun, tidak memberi ampun... maka dia (menurut Alkitab) akan masuk Neraka!
Amiin.... ya Rabb al 'Alamin.... 


NB: Menyesal dan menangislah, bila Anda saat ini masih tetap bersikukuh menjadi Kristen, sebelum penyesalan dan tangisan Anda tiada berguna lagi... yaitu di waktu dan tempat yang sudah tidak ada lagi kesempatan untuk mencari kebenaran (Islam).

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Maaf untuk sudara yang memposting dengan menjelek2kan Yesus, saya tidak suka dengan cara anda.
kalau memang anda tidak sungguh2 megenal Alkitab jangan sekali-kali mengkritisi hal yang tidak anda ketahui...

bagi Tuhan tidak ada yg mustahil, dan Yesus melakukan semua itu di luar rasio manusia. karena Dia Tuhan. dan manusia tidak akan pernah bisa memahami kuasa Tuhan lebih jauh dari apa yang menjadi pengertiannya karena keterbatasannya sebagai manusia.

Tuhan Yesus Memberkati

Isha Merdeka mengatakan...

Sebelumnya saya berterimakasih atas perhatiannya. Namun perlu diingat bahwa saya menulis menurut apa yang dikatakan penulis Alkitab tentang Yesus.

Jadi: "Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang kubaca dalam Alkitab; apakah anda akan menghakimi diriku?"

Saya sendiri diajarkan untuk memuliakan semua para Nabi utusan Allah termasuk Nabi Yesus, jadi dalam hal ini, dalam hatiku, lebih memilih bahwa para penulis ayat-ayat Alkitab tersebut yang kurang tepat, sehingga Yesus terlihat sebagai orang munafik menurut tulisan para penulis Alkitab, bukan menurutku.

Adapun tentang Yesus menurut anda dianggap sebagai Tuhan, maka silahkan telusuri artikel-artikel lain di blog ini, semoga anda mendapat kepastian. Salam.

marfie turner mengatakan...

Teruskan karya tulisanmu sobat,
semoga Allah membalas semua upayamu untuk memberi pencerahan kepada sesama.