Adventure di atas Neraka!


MasyaAllah... sungguh dahsyat, mendebarkan, menggetarkan jiwa raga, memacu adrenalin hingga tak tersisa dan akhirnya... begitu puas, lega... karena kini sudah... berada dalam Surga!

Yah itulah kenapa setiap orang akan mendatangi Neraka. Bila telah mengetahui keadaan Neraka maka tentu akan lebih puas, ridha, rela saat berada di Surga.

Itulah kenapa kita mesti suka...

Adventure di atas Neraka!

Melintasi Ash-Shiraath di atasnya. Suatu jembatan yang terbentang di atas Neraka Jahannam yang akan dilewati seluruh ummat manusia (yang Muslim) menuju ke Surga dengan segala kemudahan atau kesulitan dalam melintasinya sesuai amal perbuatannya di dunia ini.


Adventure di atas Neraka!
Proses melintasi Ash-Shiraath termasuk bagian tahap akhir dari rangkaian peristiwa yang terjadi setelah hari Kiamat, dari yang pertama yaitu dikumpulkannya seluruh manusia di padang Mahsyar, kemudian dilakukan Hisab, yaitu Allah memperlihatkan kepada hamba-hamba-Nya tentang amal-amal mereka, yang dilanjutkan dengan ditegakkannya neraca/ Al-Mizan dsb. (rujuk QS.Al-Israa/17:13-14; Al-Kahfi/18: 49; Al-Mukminun/23:102-104). Hisab ini berlaku untuk seluruh manusia, baik bagi yang Muslim maupun yang kafir. Seluruh amal dari orang yang kafir tetap dihitung namun tidak akan berguna bagaikan debu yang beterbangan (rujuk QS.Al-Furqan/25:23); dan tentu saja bagi orang yang kafir tidak akan bisa menikmati pengalaman maha dahsyat ‘adventure di atas neraka’ karena ia bahkan sudah didalam/ sedang dibakar didalam jurang-jurang Neraka Jahannam.

Adapun yang pertama kali melintasi shiraath adalah Nabi Muhammad SAW, beserta ummatnya, disusul dengan ummat Muslim dari para Nabi/ Rasul sebelumnya. Bagi orang-orang Muslim dari setiap ummat para Nabi dan Rasul ada yang bisa selamat sukses melintasinya, baik secepat kilat ataupun berlambat-lambat dan kemudian langsung masuk Surga, atau ada yang terjatuh hingga mampir dulu ke Neraka sebelum akhirnya pasti masuk Surga.

Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan (QS. Maryam/ 19:71).

Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut (QS. Maryam/ 19:72).

Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya. (QS. Huud/ 11:108).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda tentang orang-orang yang melewati shiraath: Yang pertama kali melewati secepat kedipan mata, secepat kilat, kemudian secepat  angin, burung terbang, orang berlari, berjalan, dan ada pula yang merangkak. Itu semua sesuai amal perbuatannya di dunia ini. Ketika itu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam berdiri di atas shiraat/ jembatan dan mendoakan kita semua: “Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah.” Pada kedua sisi jembatan ada kait-kait yang digantungkan yang siap mengkait siapapun yang diperintahkan padanya. Beberapa yang tersangkut akan jatuh mampir dulu ke Neraka.[1]

Bagi yang selamat melintasi shiraath akan dibersihkan, disucikan dulu dan setelah itu barulah beramai-ramai dan penuh kegembiraan diizinkan memasuki Surga.[2]

Sama sebagaimana yang pertama kali melintasi shiraath, maka orang yang pertama kali akan dibukakan pintu Surga adalah Nabi Muhammad SAW.[3] Demikian pula ummat yang pertama kali memasuki Surga juga ummat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam.[4]

Qad aflahal mukminuun!

Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan diantar ke dalam surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (surga) dan pintu-pintunya telah dibukakan, penjaga-penjaganya berkata kepada mereka: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masuklah, kalian kekal di dalamnya." Dan mereka mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah memberikan tempat ini kepada kami, sedang kami (diperkenankan) menempati surga di mana saja yang kami kehendaki." Maka (surga itulah) sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal." (QS. Az Zumar/ 39: 73-74).

Dan orang-orang yang sabar karena mengharap keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (yaitu) surga-surga 'Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): "Salamun 'alaikum bima shabartum" (Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu). Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu. (QS. Ar-Ra’d/ 13:22-24).

Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan pasanganmu akan digembirakan. Kepada mereka diedarkan piring-piring dan gelas-gelas dari emas, dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya. Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu karena perbuatan yang telah kamu kerjakan. (QS. Az Zukhruf/ 43: 70-72).

Bagi orang-orang yang beriman dari setiap ummat para Nabi dan Rasul yang terpaksa harus mampir dulu ke Neraka, pada saatnya tentu akan dibebaskan untuk kemudian dimasukkan ke Surga:
Akan keluar dari Neraka orang yang di dalam hatinya masih ada seberat dzarrah dari iman.[5]
Sungguh satu kaum dari ummatku akan keluar dari Neraka dengan sebab syafaatku. Mereka disebut Jahannamiyyun (para mantan penghuni Neraka Jahannam).[6]

Sedangkan bagi orang-orang yang kafir dari setiap ummat para Nabi dan Rasul sudah pasti dilempar/ digiring langsung ke Neraka (tidak melewati Ash-Shiraath). Mereka kekal di dalamnya (kecuali jika Allah menghendaki yang lainnya).
Maka demi Tuhanmu, sungguh pasti akan Kami kumpulkan mereka bersama setan, kemudian pasti akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahannam dengan berlutut. Kemudian pasti akan Kami tarik dari setiap golongan siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. Selanjutnya Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka. (QS. Maryam/ 19:68-70).

Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas dengan merintih, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sungguh Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. (QS. Huud/ 11:106-107).

Sungguh orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain supaya mereka merasakan azab. Sungguh Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (QS. An-Nisaa/ 4: 56).


Gambaran Neraka Jahannam
Orang-orang kafir digiring ke neraka Jahannam secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (neraka), pintu-pintunya dibukakan dan penjaga-penjaganya berkata kepada mereka: "Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul dari kalangan kamu yang membacakan ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan (dengan) harimu ini?" Mereka menjawab: "Benar (telah datang)." Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir. Dikatakan (kepada mereka): "Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu,(kamu) kekal di dalamnya" Maka (neraka Jahannam) itulah seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang menyombongkan diri. (QS.Az Zumar/ 39: 71-72).

(Jahannam) itu mempunyai tujuh pintu. Setiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan tertentu dari mereka. (QS. Al-Hijr/ 15:44).

(Dikatakan kepada mereka): "Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, dan kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong." (QS, Al-Mukmin/ 40: 76).

Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahannam: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab atas kami sehari saja." Maka (para penjaga Jahannam berkata): "Apakah rasul-rasul belum datang kepadamu dengan membawa bukti-bukti yang nyata keterangan-keterangan?" Mereka menjawab: "Benar, sudah datang." (Penjaga-penjaga Jahannam) berkata: "Berdoalah kamu (sendiri)." Namun doa orang-orang kafir itu sia-sia belaka. (QS. Al-Mukmin/ 40: 49-50).

Dan mereka berseru: "Wahai (malaikat) Malik! Biarlah Tuhanmu mematikan kami saja." Dia menjawab: "Sungguh, kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)." (QS. Az Zukhruf/ 43:77).

Dan orang-orang yang kafir, bagi mereka neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan hingga mereka mati, dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir. (QS. Fathir/ 35: 36).

Setelah semua manusia telah masuk Surga atau masuk Neraka, maka tidak ada lagi kematian.
Kematian yang bersifat maknawi, tak terlihat indera, di akhirat kelak akan Allah jadikan sebagai sesuatu yang berwujud, yaitu sebagai domba/ kambing. Kemudian kambing tersebut disembelih di antara Surga dan Neraka.

Maka mulai saat itu telah mati kematian, dan telah kekal kehidupan!

Lalu dikatakan: “Wahai penghuni Surga, kalian kekal (selamanya) dan tidak akan mati. Wahai penghuni Neraka, kalian kekal (selamanya) dan tidak akan mati!” [7]

Maka marilah kita berusaha untuk meraih hidup kekal di tempat yang baik (Surga), selagi kita masih bisa berusaha untuk memperolehnya!

Wassalamu ‘alaikum!

[1] HR. Al-Bukhari 7439; Muslim dalam Kitabul Iman bab 81, no.183
[2] HR. Al-Bukhari 7439; Muslim dalam Kitabul Iman bab 81, no.183
[3] HR. Muslim dalam Kitabul Iman, no. 197; Ahmad (III/136).
[4] HR. Al-Bukhari 876, Muslim 855.
[5] HR. At Tirmidzi 2598, Ahmad (III/94).
[6] HR. At Tirmidzi 2600.
[7] HR. Al-Bukhari, Kitabut Tafsir 4730.

1 komentar:

Brorize Ahmad mengatakan...

Aslmkum,
Bahasan yg keren. Bravo Isha.