Kabar Duka Cita:

KABAR DUKA CITA BAGI UMAT KATOLIK (di seluruh dunia)

Saya rasa judul di atas sangat tepat untuk artikel ini.
Meskipun penulis hanya meyakini suatu keimanan yang dibangun berdasarkan ilmu, bukan suatu keimanan buta yang hanya berdasarkan "kesaksian", tetapi karena "kesaksian" merupakan bagian integral dari keimanan mereka, baik dari Katolik maupun Protestan, oleh karena itu artikel ini menjadi sangat penting bagi mereka.

Ya, artikel ini sangat penting bagi mereka justru karena artikel ini berdasarkan "kesaksian". Bukankah hampir di setiap kegiatan gereja ada acara yang dikemas dalam berbagai model yang pada intinya adalah ungkapan kesaksian...?  Baik kesaksian dari mereka yang merasa telah "diberkati" kesaksian dari mereka yang merasa telah disembuhkan, kesaksian dari mereka yang merasa telah bertemu "sosok kudus" dan lain-lain yang intinya adalah ungkapan "kesaksian".  

Tidak hanya itu, mereka juga senang sekali show off: "pamer kesaksian" dalam berbagai media, baik media cetak maupun elektronik, karena itu ada acara "kesaksian" di televisi yang dikemas dalam merek acara "solusi" (*yang tidak memecahkan masalah) ataupun acara “obat malam: 24 jam” (*yang tidak manjur).

Lantas mengapa kesaksian ini sangat penting sekaligus kabar duka bagi umat Katolik di seluruh dunia…?  

Ya, karena kesaksian ini mengenai orang yang begitu penting bagi umat Katolik. Orang yang telah dinobatkan sebagai Beato (yang berbahagia: telah berada di surga dan dapat mendoakan orang lain) melalui proses beatifikasi yang dihadiri secara langsung oleh 1,5 juta orang di lapangan Santo Petrus, yang bahkan kelak dalam tahap kanonisasi keempat/ terakhir akan mendapat gelar Santo (orang kudus: yang telah sempurna menyatu dengan Tuhan, dan sebagai subjek kultus/ perantara yang secara resmi dinyatakan "manjur"). 

Kepada para santo/santa, beata/beato inilah umat Katolik biasanya melakukan devosi (kebaktian, penyerahan diri, perantaraan kepada Tuhan). Suatu kebiasaan yang seringkali ditiru oleh muslim 'jenis' kuburiyyun, yakni dengan melakukan tawasul kepada para wali (tawasul bid’ah bahkan sering bercampur dengan kesyirikan).

Dan inilah kabar dukanya. Kabar duka berupa kesaksian dari Angelica Zambrano (18), seorang anak perempuan Ekuador yang merasa telah diperlihatkan Neraka. Menjadi kabar duka karena kesaksiannya berlawanan 180 derajat dengan keyakinan umat Katolik bahwa Paus Yohanes II telah berada di Surga sehingga memberikan gelar Beato kepadanya.  

Ya, Angelica Zambrano memberikan kesaksian bahwa Paus Yohanes II berada di Neraka...…aaahhh!!!

Di Neraka, orang-orang akan tersiksa dengan ingatan-ingatan yg mereka lakukan di Bumi. Para setan akan memperolok mereka dan mengatakan, ”Sembah dan pujilah karena inilah kerajaanmu!" dan orang-orang tersebut akan menjerit mengingat bahwa mereka mengenal Tuhan, karena mereka mengenal FirmanNya. Mereka yang mengenal Tuhan tersiksa dua kali lipat.
Tuhan berkata, "Tidak ada kesempatan lagi [bagi mereka yang di sini]; masih ada kesempatan bagi mereka yang hidup." Aku bertanya kepadaNya, "Tuhan, mengapa nenek buyutku ada di sini? Aku tidak tahu bahwa ia pernah mengenalMu. Mengapa ia ada di neraka, Tuhan?" Ia menjawab, "Putri, ia ada di sini karena ia gagal utk mengampuni... Putri, ia yang tidak dapat mengampuni, Aku juga tidak akan mengampuninya."

Aku bertanya, "Tuhan, tetapi Engkau dapat mengampuni, dan Engkau penuh dengan belas kasihan." Dan Ia menjawab, "Ya, Putri, tetapi itu perlu untuk mengampuni, karena mereka tidak dapat mengampuni banyak orang dan itu sebabnya ada banyak orang di tempat ini, karena mereka gagal untuk mengampuni... Pergi dan beritahukan manusia bahwa ini saatnya untuk mengampuni, dan terutama umatKu, banyak dari umatKu yg tidak dapat mengampuni. Beritahukan mereka untuk membuang dari diri mereka dendam, kekecewaan, kebencian dari hati mereka, karena inilah waktunya untuk mengampuni! Jika kematian menjadi kejutan bagi orang yang telah gagal untuk mengampuni, maka orang itu akan pergi ke neraka, karena tidak ada seorang pun yang dapat membeli kehidupan." Ketika kami meninggalkan tempat itu, nenek buyutku telah ditelan oleh api dan ia menjerit, "Aaahhh," dan mulai menghujat nama Allah, ia akan mengutuki Dia; setiap orang di neraka menghujat melawan Allah.

Ketika kami meninggalkan tempat itu, aku dapat melihat neraka penuh dengan jiwa yang tersiksa. Banyak orang akan mengulurkan tangan mereka keluar, memohon Yesus untuk menolong mereka dan membawa mereka keluar dari sana. Tetapi Tuhan tidak bisa berbuat apa-apa untuk mereka dan mereka akan mulai menghujat Allah. Kemudian Yesus akan menangis dan berkata, “Ini menyakitkan Aku untuk mendengar mereka, itu menyakitkanKu melihat apa yang mereka lakukan, karena Aku tidak bisa lagi berbuat apapun bagi mereka. Apa yang akan Kuberitahukan padamu adalah bahwa Aku masih mempunyai kesempatan bagi dia yang masih di Bumi, yang belum mati, yang masih hidup; ia masih memiliki waktu untuk bertobat!”

Tuhan mengatakan kepadaku ada banyak orang terkenal di neraka, dan juga banyak orang yang tahu tentang Tuhan. Ia berkata, "Aku akan menunjukkan kepadamu bagian lain dari tungku." Kami datang ke suatu tempat di mana seorang wanita dikelilingi oleh api. Ia dalam siksaan yang besar dan akan menjerit, memohon kepada Tuhan untuk belas kasihan. Yesus menunjuk kepadanya dengan tanganNya dan berkata, "Putri, wanita yang engkau lihat di sana, yang dikelilingi oleh api, adalah Selena"  Ketika kami mulai semakin dekat, ia berteriak, "Tuhan, kasihanilah aku, maafkan aku Tuhan, bawa aku keluar dari tempat ini!" Tetapi Tuhan memandangnya dan berkata," Sudah terlambat, sudah terlalu terlambat. Engkau tidak dapat bertobat sekarang."

Ia melihatku dan berkata, "Tolong, aku mohon, pergi beritahu orang-orang tentang ini, tolong berbicara dan jangan diam, pergi dan beritahu mereka untuk tidak datang ke tempat ini, pergi dan beritahu mereka untuk tidak mendengarkan laguku, atau menyanyikan lagu-laguku." Jadi aku bertanya padanya, "Kenapa kau ingin aku pergi dan mengatakannya?" Dan ia menjawab, "Karena setiap kali orang bernyanyi dan mendengarkan lagu-laguku, aku bahkan lebih tersiksa, orang yang melakukan hal ini, yang bernyanyi dan mendengarkan lagu-laguku, sedang berjalan ke tempat ini. Tolong, pergi beritahukan mereka untuk tidak datang ke sini, pergi beritahukan mereka bahwa neraka itu nyata!" Ia akan menjerit dan setan-setan akan melemparkan tombak dari jauh ke dalam tubuhnya dan ia akan menangis, "Tolong aku, Tuhan, kasihanilah aku, Tuhan!" Tapi sayangnya, Tuhan berkata, "Ini adalah terlambat."

Aku melihat seluruh daerah itu, penuh dengan penyanyi dan seniman yang telah meninggal. Yang mereka lakukan adalah menyanyi dan menyanyi, mereka tidak akan berhenti bernyanyi. Tuhan menjelaskan, " Putri, orang yang ada di sini, harus terus melakukannya di sini, apa pun yang mereka lakukan di bumi, jika mereka tidak bertobat."
Ketika aku sedang mengamati daerah itu, aku melihat banyak setan yang menumpahkan turun beberapa jenis hujan. Aku benar-benar pikir itu hujan. Tapi aku melihat orang-orang di dalam api melarikan diri dari hujan dan berteriak, "Tidak, tolong aku, Tuhan! ...Tidak, ini tidak bisa," dan setan akan tertawa dan mengatakan kepada orang-orang itu, "Pujilah dan menyembahlah karena ini adalah kerajaanmu selama-lamanya!" Aku melihat api dan cacing orang-orang itu akan meningkat bertambah banyak! Tidak ada air di sana, itu adalah belerang yang akan menambahkan api dan meningkatkan penderitaan setiap orang. Aku bertanya kepada Yesus, "Apa yang terjadi...Tuhan, apa ini?" Tuhan menjawab, "Ini adalah upah dari siapapun yang tidak bertobat." (Mazmur 11:6)

Lalu Tuhan membawaku ke tempat dimana ada seorang yang sangat terkenal. Sebelumnya, aku biasanya hidup sebagai seorang gadis muda Kristen yang berpikiran ganda. Dulu aku berpikir bahwa setiap orang yang mati akan pergi ke Surga, bahwa mereka yang merayakan misa, juga akan masuk surga, tapi aku salah. Ketika Paus Yohanes Paulus II meninggal, teman-teman dan kerabat akan memberitahuku bahwa ia telah pergi ke surga. Semua berita di TV, pada Extra dan banyak tempat lainnya akan berkata, "Paus Yohanes Paulus II telah meninggal, semoga ia beristirahat dalam damai. Ia sekarang bersukacita dengan Tuhan dan malaikat di surga" dan aku percaya semua itu. Tapi aku hanya menipu diriku sendiri, karena aku melihat dia di neraka, yang tersiksa oleh api. Aku menatap wajahnya, itu adalah Yohanes Paulus II (John Paul II). Tuhan berkata padaku, "Lihat, Putri, pria yang engkau lihat itu di sana, adalah Paus Yohanes Paulus II. Ia ada di sini di tempat ini; ia sedang tersiksa karena ia tidak bertobat."

Tapi aku bertanya, "Tuhan, mengapa ia ada di sini? Ia biasa berkhotbah di gereja." Yesus menjawab, " Putri, tidak ada pezinah, tidak ada penyembah berhala, tidak ada orang yang serakah dan tidak ada pendusta yang akan mewarisi Kerajaan-Ku." (Efesus 5:5). Aku menjawab, "Ya, aku tahu itu benar, tapi aku ingin tahu mengapa ia ada di sini, karena ia biasa berkhotbah kepada banyak orang!" Dan Yesus menjawab, "Ya, Putri, ia mungkin telah mengatakan banyak hal, tetapi ia tidak pernah berbicara kebenaran seperti yang ada. Ia tidak pernah mengatakan kebenaran dan mereka tahu kebenaran dan meskipun ia tahu kebenaran, ia lebih menyukai uang daripada berkhotbah tentang keselamatan. Ia tidak akan menawarkan kenyataan; tidak akan mengatakan bahwa neraka itu nyata dan surga juga ada; Putri, sekarang dia ada di sini di tempat ini."

Ketika aku melihat pria ini, ia memiliki ular besar dengan jarum-jarum, melilit tenggorokannya, dan ia akan mencoba untuk melepasnya. Aku memohon dengan Yesus, "Tuhan, bantulah dia!" Pria itu akan berteriak, "Tolong aku, Tuhan, kasihanilah aku, bawa aku keluar dari tempat ini, maafkan aku, aku bertobat, Tuhan! Aku ingin kembali ke bumi, aku ingin kembali ke bumi untuk bertobat." Tuhan mengamati dia dan berkata kepadanya, "Engkau sangat tahu dgn baik. Engkau tahu benar bahwa tempat ini nyata... Sudah terlambat; tidak ada kesempatan lagi untukmu."

Tuhan berkata, "Dengar, Putri, Aku akan menunjukkan kehidupan orang ini." Yesus menunjukkan layar besar di mana aku bisa mengamati bagaimana orang ini menawarkan misa berkali-kali kepada orang banyak. Dan bagaimana orang-orang yang ada begitu khidmat menyembah berhala. Yesus berkata, "Dengar, Putri, ada banyak penyembah berhala di tempat ini. Penyembahan berhala tidak akan menyelamatkan, Putri. Aku satu-satunya yang menyelamatkan, dan di luar Aku, tidak ada yang menyelamatkan. Aku mengasihi pendosa, tetapi aku benci dosa, Putri. Pergi dan beritahukan manusia bahwa aku mengasihi mereka dan bahwa mereka perlu datang kepada-Ku."

Ketika Tuhan sedang berbicara, aku mulai melihat bagaimana orang ini menerima banyak sekali koin dan uang kertas; uang, semua yang dia akan simpan. Ia punya begitu banyak uang. Aku melihat gambar orang ini duduk di atas takhta, tetapi aku juga bisa melihat lebih dari itu. Memang benar bahwa orang-orang ini tidak menikah, aku dapat meyakinkanmu, aku tidak mengada-ada, Tuhan menunjukkan kepadaku, orang-orang itu tidur dengan biarawati; dengan banyak perempuan di sana!

Tuhan menunjukkan kepadaku orang-orang ini hidup dalam percabulan, dan Firman mengatakan bahwa pezinah tidak akan mewarisi Kerajaan-Nya. Saat aku sedang menonton semua ini, Tuhan berkata, "Lihat Putri, semua ini yang aku tunjukkan kpdmu adalah apa yang terjadi, apa yang ia jalani dan apa yang terus terjadi di antara banyak orang, di antara banyak imam dan paus yang ada." Kemudian ia berkata, "Putri, pergi dan beritahukan manusia bahwa sudah waktunya untuk berbalik kepadaKu."

Oohhh…. sungguh suatu kesaksian yang membuat pilu hati, kabar duka bagi umat Katolik di seluruh dunia. Dan merupakan suatu hal yang lazim bahwa, dimana pimpinan berada kesanalah umat awam pengikutnya akan menyusul kemudian. Percaya atau tidak, ini adalah suatu “kesaksian” !!!  

5 komentar:

Anonim mengatakan...

Basi..

Isha Merdeka mengatakan...

Setiap artikel/ kabar berita secara umum memang bisa lekang oleh waktu. Tetapi karena artikel ini sangat erat kaitannya dengan kehidupan yang sesungguhnya, yakni kehidupan kekal di akhirat kelak, maka artikel ini bahkan tetap relevan sampai kiamat.

Anonim mengatakan...

apa karena pemimpin agama lalu dia seorang suci?artikel ini pembuktian kalau dosa tidak mengenal pangkat,jabatan,dan kedudukan apapun..bahkan orang yg d anggap suci n penghuni sorga o/manusia di artikel di atas bukan kandidat u/surga malah jd penghuni neraka..so,terpulang ke kita masing2,toh dr ajaran agama kita tau mana yg benar dan salah.jd kl mau masuk sorga,jalankan apa yg benar menurut ajaran agama masing2.Tuhan yg melihat kepantasan kita,bukan penilaian manusia yg membuat kita masuk surga.

Bastian mengatakan...

saya pribadi masih ragu dengan kesaksian ini. karena setan pun bisa memberikan penampakan pada manusia. Berhati-hatilah... Yesus saja setan mencobainya, apalagi kita sebagai manusia yg lemah ini...hhmmmm

Maya Mp mengatakan...

Meskipun banyak orang menjelekkan, saya tetap percaya Paus Yohanes Paulus Ii,ad orang suci. Yang dibenci setan. Buktinya
1.kesaksian dari Pater Gabriel Amort,kepala eksorsis, pengusir setan, rekannya mendengar setan berbicara tentang setiap doa Salam Maria yg menghantam kepala setan, ketika doa diucapkan. Dan si setan pernah menjawab siapa nama orang suci yang ditakutinya ,yakni Yesus, , yg dibencinya adalah Bunda Maria,Yohanes Paulus II, mengapa
Karena Paus tsb banyak membawa anak anak muda pada Tuhan.Kebencian setan ditunjukkan dg memberikan penglihatan 2 tipuan tentang rosario, tentang Paus tsb.
2 didalam kelompok doa,ketika Paus tsb meninggal. YESUS DATANG DGN PAUS YOHANES PAULUS II,MEMBERKATI Umat. Kalau ada dineraka, mana mungkin Tuhan datang bersamanya.
3. Gereja. Katolik yg dihujat,rosario yg katanya menyesatkan. F A K T A, REALITA yg ada ,mereka yg meninggal menbawa serta rosarionya ditangan dan ketika meninggal Jenasahnya utuh, tidak rusak sampai ratusan tahun, baca saja jenasah Santa Bernadeth, Santa Cecilia wafat th 177. Santa Spreandia wafat 1216, Santa Zita, Santa Rita, Santa Angela, St.Charbel, Padre Pio pecinta Bunda Maria dan doa rosario
,St Bernadeth soubirous yg melihat penampakkanBunda Maria 1858.wafat 1879,dgn rosario ditangan, jenasahnya bisa dilihat dibiaraNevers. Masih banyak puluhan bahkan ratusan , yg tertulis dan tak tertulis, belum dikanonisasi, yg meninggal sudah puluhan thn ,jenasahnya masih utuh,meskipun berubah warna,di indonesia pun ada.
KESIMPULANNYA KALAU PAUS SESAT, MANA MUNGKIN UMATNYA jadi orang suci.
PAUS YOH PAULUS II ,MENINGGAL SANGAT SEDERHANA,IA JUGA PECINTA ROSARIO, KRN ITU SETAN BENCI DAN MENYESATKAN DUNIA
Cari, beli bukunya atau browsing diinternet Mukjizat sepanjang masa, dan jenasah jenasah para kudus yang tidak bisa membusuk untuk membantu menyucikan pikiran,hati dan mulut kita. SETAN BISA MEMBERI KESEMBUHAN PALSU, PENGLIHATAN PALSU,SETANPUN BISA MENYAMAR MEMAKAI WAJAH TUHAN, TETAPI MEREKA YG SUCI HATINYA, TIDAK MUDAH DISESATKAN.