Dewa Hindu Rama Digugat karena Tak Adil pada Dewi Sita


Seorang pengacara di India baru-baru ini menghebohkan warga di negeri Hindustan, karena menggugat salah satu dewa (tuhan) Hindu mereka yang populer, Rama, ke pengadilan.

Chandan Kumar Singh kepada BBC mengatakan bahwa dia mengambil langkah hukum itu karena merasa “Dewa Rama tidak adil terhadap istrinya, Sita.” Singh mengatakan dia ingin pengadilan di negara bagian Bihar mengakui fakta ketidakadilan Dewa Rama itu.

Namun, pengadilan tidak menerima argumennya dan menolak gugatan itu pekan lalu, dengan alasan bukan kasus praktis, lapor BBC hari Ahad (7/2/2016).

Tidak hanya itu, sekelompok kolega Singh menuduhnya “mencari ketenaran,” dan salah satu dari mereka melayangkan gugatan pencemaran nama baik.

Rama adalah pahlawan dalam cerita Ramayana yang dikisahkan dalam kesusastraan Sansekerta sepanjang 24.000 bait. Dia dipuja-puja jutaan orang di India dan dunia.

Tidak gentar dengan kritikan, Singh berkeyakinan dia memiliki kasus yang layak diproses di pengadilan.

Singh mengutip teks-teks relijius Hindu untuk mendukung argumentasinya.

“Seperti diketahui umum Rama meminta Sita membuktikan dirinya masih suci setelah diselamatkan dari tawanan raja kejahatan Rahwana. Dia tidak mempercayai Sita,” kata Singh kepada BBC.

Perlakuan Rama terhadap Sita menunjukkan bahwa perempuan (di India) tidak dihargai bahkan sejak jauh di masa lampau.

“Perlakuan Rama terhadap Sita menunjukkan bahwa perempuan tidak dihargai bahkan jauh di masa lampau. Saya sadar kasus ini kedengaran konyol bagi banyak orang, tetapi kita harus mendiskusikannya sebagai bagian dari sejarah keagamaan. Saya akan memasukkan berkas gugatan lagi, karena saya benar-benar yakin orang India harus mengakui bahwa Rama memperlakukan Sita dengan buruk.” kata Singh.

Pengacara itu menyangkal tuduhan bahwa dirinya hanya ingin mencari publikasi.

“Saya memasukkan gugatan ini karena kita tidak bisa bicara soal menghormati perempuan di era modern India, sementara kita mengetahui bahwa salah satu dewa yang paling banyak dipuja tidak memperlakukan istrinya sendiri dengan respek,” katanya.

Namun, Singh mengakui dia terkejut melihat reaksi yang muncul.

“Saya sudah menduga akan ada penolakan, tetapi tidak menyangka jika kolega-kolega akan menentang saya. Saya hanya ingin bicara soal keadilan dan tidak bermaksud menyakiti sentimen relijius siapa pun,” kata Singh.

“Apa salah mencari keadilan bagi perempuan? Penerimaan pengadilan atas gugatan saya akan memberikan sinyal baik bahwa menghormati wanita penting bagi orang India.”

Namun, rekan-rekan kerja Singh tetap tidak bisa diyakinkan.

Seorang pengacara bernama Ranjan Kumar Singh kepada BBC mengatakan bahwa gugatan itu justru “menghina orang Hindu”.

“Dia punya sejarah memasukkan gugatan untuk mencari publikasi. Namun, kali ini sungguh keterlaluan. Dia menyakiti sentimen kami,” kata Ranjan Kumar Singh.

Pengacara itu bahkan menggugat rekannya ke pengadilan.

“Kami juga meminta dewan pengacara membatalkan izin praktek hukumnya. Semua pengacara bersatu melawan Chandan, dia perlu diberi pelajaran,” imbuhnya.

“Kami melihat Rama dan Sita sebagai satu kesatuan dan menyembah mereka sebagai pasangan, kami tidak pernah menuduh Rama memperlakukan Sita dengan buruk,” kata pengacara itu lagi.

Namun, Chandan Kumar Singh bersikukuh perjuangannya itu bukan dalam rangka “melawan Rama”.

“Saya juga menyembah Rama. Saya melaksanakan ajaran Hindu. Saya minta maaf kepada khalayak jika mereka merasa disakiti. Tetapi saya tidak bisa mengabaikan fakta bahwa Sita diperlakukan secara tidak hormat,” tegasnya.* [berita unik via: hidayatullah.com].

Perlu dibaca:
Genocide of Women in Hinduism

Tidak ada komentar: