Kisah Ibrahim Mencari Tuhan


Sungguh bila seseorang mau memikirkan tentang diri dan alam sekitarnya, insya Allah akan meyakini keberadaan Tuhan, Sang Pencipta dari segala yang ada.

Sungguh, pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman. Dan pada penciptakan dirimu dan makhluk bernyawa yang bergerak bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) untuk kaum yang meyakini, dan pada pergantian malam dan siang, dan hujan yang diturunkan Allah dari langit, lalu dengan (air hujan) itu dihidupkan bumi sesudah matinya (kering); dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berakal. (QS. Al-Jaatsiyah/ 45: 3-5). Allah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar menurut waktu yang telah ditentukan. Dia mengatur urusan (makhluk-Nya), dan menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), agar kamu yakin akan pertemuan dengan Tuhanmu. Dan Dia yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan; Dia menutupkan malam kepada siang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang berpikir. (Ar-Ra'd/ 13:2-3).

Dan di bumi terdapat bagian-bagian yang berdampingan, kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang; disirami dengan air yang sama, tetapi Kami lebihkan tanaman yang satu dari yang lainnya dalam hal rasanya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengerti. Dan jika engkau merasa heran, maka yang mengherankan adalah ucapan mereka: "Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?" Mereka itulah yang ingkar kepada Tuhannya; dan mereka itulah (yang dilekatkan) belenggu di lehernya. Mereka adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (Ar-Ra'd/ 13:4-5).

Demikian juga dengan Ibrahim (Abraham), seorang yang mau berpikir sehingga beliau menjadi orang yang sangat beruntung, bisa menemukan Tuhan, bahkan menjadi khalilullah/ kekasih Allah, menjadi Bapak/ Imam seluruh manusia yang beriman.

Inilah sebagian kisahnya, diceritakan sendiri oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Ar-Ruh, Al-Qur'anil-hakiim:

Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim kekuasaan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan agar dia termasuk orang-orang yang yakin. (QS. Al-An'aam/ 6: 75).
Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu terbenam dia berkata: "Aku tidak suka kepada yang terbenam." (QS. Al-An'aam/ 6: 76).

Lalu ketika dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku." Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sungguh, jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat." (QS. Al-An'aam/ 6: 77).

Kemudian ketika ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini lebih besar." Tetapi ketika matahari itu terbenam, dia berkata: "Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan!" (QS. Al-An'aam/ 6: 78).

Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah (musyrik). (QS. Al-An'aam/ 6: 79).

Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongannya (Nabi Nuh 'Alaihissalam, yaitu dalam keimanan kepada Allah dan pokok-pokok ajaran agamanya). (QS. Ash Shaffat/ 37: 83).

Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan Kami telah mengetahui dia. (QS. Al-Anbiyaa/ 21: 51).

Dan orang yang membenci agama Ibrahim, hanyalah orang yang memperbodoh dirinya sendiri. Dan sungguh, Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang-orang yang saleh. (QS. Al-Baqarah/ 2: 130).

(Ingatlah) ketika Tuhan berfirman kepadanya: "Berserah dirilah!" Ibrahim menjawab: "Aku berserah diri kepada Tuhan seluruh alam." (QS. Al-Baqarah/ 2: 131).

Dan Ibrahim telah mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim." (QS. Al-Baqarah/ 2: 132).

#######
Alhamdulillah! Ibrahim seorang Muslim, demikian pula seluruh para nabi/ rasul utusan Allah adalah Muslim. Oleh karena itu, sekali lagi berpikirlah!

Wahai Ahli Kitab, mengapa kalian bantah-membantah[198] tentang Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kalian tidak berpikir? (QS. Ali Imran/ 3: 65). [198]. Orang Yahudi dan Nasrani masing-masing mengklaim Ibrahim 'Alaihissalam itu dari golongannya. Lalu Allah membantah mereka dengan alasan bahwa Nabi Ibrahim 'Alaihissalam itu datang sebelum mereka. *Bila tetap ingin dipaksakan sebagai golongan siapakah Ibrahim? maka beliau adalah golongan Nabi Nuh 'Alaihissalam merujuk pada  QS. Ash Shaffat/ 37: 83; dan entah bagaimana pun beragam pendapat manusia, yang pasti adalah bahwa seluruh para nabi/ rasul utusan Allah adalah Muslim, menyuruh untuk 'Sembahlah Allah saja dan jauhi Thaghut itu' sebagaimana tujuan Allah mengutus seluruh para nabi/ rasul pada tiap-tiap umat manusia (rujuk QS. An-Nahl/ 16: 36).

Aslim Taslam!
Wassalam!

Tidak ada komentar: